Kejatisu didesak usut korupsi Bupati Paluta

MEDAN – Koordinator Gerakan Aksi Mahasiswa Pemuda Padang Lawas Utara, Herman Harahap meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera menindak Bupati Padang Lawas Utara, Bahrum Harahap karena di duga melakukan korupsi dana belanja Rp7,5 miliar saat menjadi ketua DPRD Tapanuli Selatan.

“Kejatisu Harus menindak kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bahrum Harahap,” kata Herman kepada Waspada Online, hari ini.

Herman menambahkan, kalau Bahrum harus segera di periksa karena dia bukan orang yang kebal hukum, sehingga dalam pelaksanaan hukum jangan ada diskriminasi. “Kalau dia memang sudah mempunyai data awal tentang korupsi, maka perlu ditindak lanjuti,” kata Herman.

“Kami sudah menunjukkan, awal bukti dalam dugaan korusi Bahrum dan kami akan terus menambah alat bukti lainnya. Untuk itu Kejatisu harus berani memproses Bahrum,” kata Herman. Yang berencana akan terus menambah alat-alat bukti.

Herman, mengharapkan kalau proses pemeriksaan terhadap kasus Bahrum jangan dilama-lamakan, karena waktu dia (Bahrum) melakukan dugaan korupsi sudah lebih 10 tahun. “Bahrum harus secepatnya di jadikan tersangka, karena Bahrum sudah mempunyai alat bukti awal dalam pemeriksaan. Kami siap mendukung Kejatisu untuk mencari  alat bukti lainya,” kata Herman

Namun, kalau Kejatisu lamban dalam mengatasi kasus dugaan korupsi Bahrum, maka Gerakan Aksi Mahasiswa Pemuda Padang Lawas Utara akan melakukan aksi di Kejatisu dengan ratusan bahkan ribuan massa.

Baca Juga :  Pemkab Tapsel Sembelih 15 Lembu dan 9 Kambing

Gerakan Aksi Mahasiswa Pemuda Padang Lawas Utara menduga, kalau Bahrum Harapap terlibat dalam dugaan korupsi dana belanja rutin Rp7,5 miliar 2001-2002 sewaktu menjadi Ketua DPRD Tapsel.

Selin itu, Bahrum juga dituding bertanggungjawab soal penyimpangan anggaran di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Paluta, terkait pencairan anggaran 2009 senilai Rp34 miliar tidak disertai adanya Surat Permohonan Pencairan Dana (SP2D).

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*