Kejatisu Periksa Korupsi DR & PSDH Tapsel

1613366548ecc2556edca65bf1267ff2554593e2 Kejatisu Periksa Korupsi DR & PSDH Tapsel
Saksi pelapor Dir PLS, Prianto dan Komisaris Aseng Naga beri kesaksian sidang perkara Sahgiman Siregar dan Herry Jusman.

Padangsidimpuan, Setelah 4 tahun sejak Tahun 2008 lsm Alarm mengadukan dan kalangan pers meributkan kasus penggelapan Bank Garansi Pt. Panei Lika Sejahtera (PLS) korupsi Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) di Pemkab Tapsel, baru pada Tahun 2012 Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) memulai penyidikan.  Sejumlah pengusaha dan pejabat setempat telah dipanggil untuk diperiksa, dan masyarakat mengharapkan agar pemeriksaan tsb bisa menyeret biang-kerok kasus tindak pidana khusus korupsi yang diduga dilakukan trio tersangka mantan Bupati Ongku Hasibuan, mantan Kadishut Sahgiman Siregar dan bekas antek Mujur Timber Group, Herry Jusman.

Kasus korupsi di Dinas Kehutanan Kabupaten Tapsel tsb makin terungkap sa`at persidangan perkara Sahgiman Siregar berkomplot dengan Herry Jusman  di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan (PN-Psp) sengaja memalsukan dokumen surat Pt. PLS dengan tujuan menggelapkan kayu PLS untuk 15 ribu M3 diselundup keluar Tapsel dijual ke Medan dan 29 ribu M3 kayu ditadah perusahaan perkebunan sawit di Siondop, Pt. ANJ Agri d/h Pt. Ondop Perkasa Makmur (OPM). Semakin jelas terbongkar akibat pengakuan saksi pelapor Dirut PLS, Prianto dan Komisaris PLS, Aseng Naga di persidangan PN-Psp Selasa (22/5).

16133637cb88065557e22d858be8285c9bf91664 Kejatisu Periksa Korupsi DR & PSDH Tapsel

Makin terungkapnya gerakan penyidikan Kejatisu ketika pers berhasil memperoleh pengakuan Budianto alias Aseng Naga yang memperlihatkan Surat Panggilan Kejatisu padanya untuk diperiksa dalam kasus perkara korupsi hampir 7 milyar setoran DR/PSDH dari IPK PLS. “Di pemeriksaan Kejatisu saya akui sebagai Komisaris Pt. PLS telah membeli perusahaam PLS sejak tahun 2010, tapi kasus penggelapan Bank Garansi IPK Pt. PLS itu terjadi Tahun 2007-2008 ketika Pt. PLS masih dimiliki Mujur Timber Group. Jelas yang paling mengetahui adalah Herry Jusman selaku mantan manager PLS bersama konconya Bupati Tapsel masa itu, Ongku Hasibuan”, tuding Aseng Naga.

Baca Juga :  Berkas Dua Tersangka Dugaan Korupsi PS Sidimpuan Dilimpahkan

Perkembangan lebih jauh diketahui Kabid Perencanaan Dishut Tapsel, Agus Salim Siregar telah diperiksa Tim Pemeriksa Kejatisu yang dipimpin Simare-mare, SH pada hari Selasa (22/5). Berlanjut Kabid Pengelolaan/Pengamanan Hutan Dishut Tapsel, Tohir Tua Lubis diperiksa Kejatisu pada hari Rabu (23/5).

Info diperoleh pers dari sumber di Kejatisu, karena mantan Kadishut Tapsel, tersangka Sahgiman Siregar bersama tersangka cukong Herry Jusman masih berstatus terdakwa dalam persidangan PN-Psp dan ditahan di penjara Psp di Salambue, pemeriksaan lanjut pada keduanya akan dilakukan Tim Jaksa Kejatisu di penjara Salambue.

Menanggapi perkembangan kasus-kasus tumpang-tindih tsb, dir. Lsm Alarm Ryzach Morniff seorang pengamat hukum di Tabagsel berkomentar, “Kalau begini arah penyidikan perkara maka ditengarai Sahgiman Siregar dan Herry Jusman bakal menderita pengalaman `bebas-tampung`, begitu putus perkara pemalsuan dokumen surat PLS maka sebelum kedua tersangka pembobol hak negara tsb bebas dari hukuman penjara akan ditampung untuk kembali menjalani penahanan penjara dan persidangan perkara korupsi hk negara setoran DR/PSDH”, ketus R. Morniff. ( ARM-Hutasuhut )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Dalam konteks tidak ada pelanggaran diantara kedua pihak, sebenarnya bank garansi untuk PSDH dan DR itu bisa dicairkan tidak..? Apabila bisa, kapan?

  2. Semua pihak yang terlibat harus diberikan konsekwensi hukum; bukan hanya penerima uang dan keuntungan dalam kasus ini tapi mereka-mereka yang turut membantu proses terjadinya kongkalikong ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*