Kelangkaan BBM Masih Terjadi di Mandailing Natal

Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadhan 1432 H, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih tetap terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (03/08/2011). Hal tersebut bisa dilihat dari panjangnya antrean masyarakat Kota Panyabungan di SPBU yang tersedia BBM.

Kelangkaan minyak bersubsidi di sejumlah SPBU di Panyabungan tetap menjadi pertanyaan masyarakat. Pasalnya bila dilihat dari kondisi masyarakat yang memakai minyak bensin maupun solar, amatlah sangat sedikit dan pasokan Pertamina diduga pasti cukup untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Namun kenyataan yang terjadi saat ini masyarakat Madina sangat kesulitan mendapatkan minyak bensin dan solar. Dari empat SPBU yang ada, beberapa diantaranya terlihat jarang beroperasi karena minyak kosong.

Salah seorang pengendara yang dikonfirmasi wartawan saat melakukan antrean untuk mrendapatkan BBM kendaraannya di salah satu SPBU, Dalan Lidang, Kota Panyabungan, mengaku telah hampir tiga jam antre di SPBU tersebut.

“Sudah hampir tiga jam saya antre di SPBU ini, namun sampai saat ini saya belum juga mendapat mengisi bahan bakar kendaraan saya. Yang paling mirisnya lagi, lamanya antrean yang saya lakukan tidak sesuai dengan bahan bakar yang akan saya dapa. Tapi karena saya sangat membutuhkan bahan bakar, maka berapapun bahan bakar didapat tetap saya terima,” ujarnya.

Sejumlah pengendara yang lebih dahulu dapat mengisi bahan bakar hanya dapat mengisi bahan bakar sebesar Rp10.000 bagi yang mengendarai sepeda motor bebek dan Rp15.000 bagi yang mengendarai sepeda motor besar, paparnya.

Baca Juga :  Buntut Pengrusakan Tanak Kebun Milik Masyarakat Desa Jani Mauli dan Desa Tolang Kec. Sipirok - Tapsel; Bupati, Wkl. Bupati, Kabag Hukum dan Kepala Satpol PP Dilaporkan Ke Polda Sumut dan Komnas HAM

Pengendaraa tersebut berharap penyebab terjadinya kelangkaan BBM ini cepat segera ditemukan oleh pemerintah dan segera dinormalisasi kembali demi lancarnya roda perekonomian. Sebab kelangkaan BBM ini berpengaruh bagi masyarakat kecil.

Sementara, Sopir Angkot Antra jurusan Panyabungan-Kotanopan, sangat kecewa terhadapa pemerintah karena meraka tidak bisa mengatasi kelangkaan BBM ini. Padahal beberapa waktu lalu pemerintah sudah mengatakan akan mengatasi kelangkaan BBM, namun buktinya saat ini masih tetap langka.

“Kalau BBM ini terus langka, penghasilan kita akan menurun, karena waktu kita tersita di SPBU untuk mengantre memndapatkan BBM,” tandasnya. (BS-026)

beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*