Kelangkaan Pupuk Terjadi Di Mandailing Natal

www.liputan6.com

Kios pengecer pupuk di Mandailing Natal, Sumatra Utara

Mandailing: Kelangkaan pupuk terjadi di Mandailing Natal, Sumatra Utara. Pantauan SCTV, Selasa (13/4), sejumlah kios pengecer di Kecamatan Panyabungan, belum menerima pasokan pupuk bersubsidi jenis urea dari pihak Pusri. Dari 21 kelompok tani yang ada, tidak satupun kelompok yang sudah menerima pupuk bersubsidi.

Akibat kekosongan ini, ribuan hektare tanaman padi belum diberi pupuk. Kalaupun ada, petani yang memupuk sawahnya itu hanya sisa-sisa pupuk pada musim tanam sebelumnya. Sementara untuk membeli pupuk non subsidi, petani tidak mampu. Mereka berharap kenaikan harga pupuk ini tidak dimanfaatkan pengecer nantinya.

Di Grobogan, Jawa Tengah, ratusan hektare sawah dibiarkan kosong tanpa ditanami padi akibat kelangkaan pupuk. Padahal, saat ini sawah dalam kondisi siap tanam. Apalagi sumber mata air mencukupi. Sawah yang sudah memasuki musim tanam kedua akhirnya dibiarkan kosong terbengkelai [baca: Musim Tanam Terkendala Ketersediaan Pupuk].

Sementara itu, di tengah kelangkaan pupuk, para petani di Gunung Kidul, Yogyakarta, beralih menggunakan pupuk organik untuk memupuk tanaman padi mereka. Selain mudah didapat, para petani juga tak perlu mengeluarkan biaya besar. Karena, harga pupuk organik hanya Rp 1.000 per kilogramnya.

Kelangkaan serta kenaikan harga pupuk membuat hasil produksi salah satu pabrik pupuk organik di Plembutan meningkat tajam. Bahkan, kenaikannya mencapai 100 persen. Kelompok tani yang juga produsen pupuk organik mengaku kewalahan memenuhi pesanan pupuk. Hal ini disebabkan bahan baku yang digunakan berupa kotoran sapi dan ayam yang berasal dari warga sekitar terbatas.(BOG)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Longsor Terjang Rumah Warga Bercampur Lumpur dan Potongan Kayu Di Luat Lombang Sipirok

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*