Keluarga Husin Bertahan Hidup dengan Daun Ubi

94142780f2735c86cee4af2aadb5d77cf609beb Keluarga Husin Bertahan Hidup dengan Daun Ubi
H Maratua Nasution (pakai lobe) dan Sabirin Rangkuti (pakai peci) mengunjungi Husin di Desa Sarak Matua, Rabu (13/4).

SARAK MATUA- Husin dan empat anaknya yang selama 15 tahun terakhir hidup di ‘kandang kambing’ di Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Madina, bisa bertahan hidup dari hasil penjualan daun ubi. Hal ini disampaikan Husin di hadapan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Madina saat mengunjunginya, Rabu (13/4).

Saat ini, terang Husin, ia hanya bisa bertanam sayur, semisal daun ubi untuk dijual ke warung-warung kelontong yang ada di Desa Sarak Matua. “Hasil penjualan daun ubi itulah saya bisa beli beras untuk sekali makan,” ucap Husin. “Saya sudah mencoba mencari pekerjaan lain. Misalnya, sebagai tukang langsir di tambang emas di Kecamatan Hutabargot tetapi mengingat medannya yang penuh dengan tanjakan, penyakit saya kambuh,” sebut Husin sembari menyebutkan sejak setahun terakhir ia mengidap penyakit aneh, yakni tidak sanggup menahan beban yang berat.

Amatan METRO saat Husin dikunjungi anggota dewan, ia menangis bahagia karena bantuan yang diberikan dan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi H Maratua Nasution Lc bersama Ketua DPD PKS Madina H Sabirin Rangkuti LC. Ketua FPKS bersama Ketua DPD PKS Madina kepada METRO mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami oleh Husin bersama anak-anaknya. Kali ini, pihaknya membantu Husin sekadar untuk belanja sehari-hari. Maratua dan Sabirin menambahkan, pihaknya berharap pemerintah harus segera membantu Husin bersama keluarganya dengan bantuan yang sifatnya berkelanjutan.

Baca Juga :  Penerimaan CPNS di Paluta Didominasi Pelamar dari Luar

“Pemerintah harus membantu Husin. Kita berharap bantuannya jangan sementara. Artinya, Pemkab Madina memfasilitasi atau memberikan pekerjaan kepada Husin supaya ia bisa memberikan nafkah keluarganya. Di samping itu, pemerintah juga memberikan fasilitas rumah yang layak huni,” sebut keduanya. Dilanjutkan Sabirin, di samping membantu ekonomi Husin, Pemkab Madina juga harus menangani segera pendidikan anak-anaknya. Dalam hal ini masih ada 3 orang lagi pada usia sekolah, yakni Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan anak bungsunya M Daud (8). “Jangan dibiarkan ketiga anak itu tak bersekolah, yang salah nantinya adalah pemerintah kenapa tak memfasilitasi pendidikan anak-anak usia sekolah, artinya pemerintah harus menanganinya secara intensif,” sebut Sabirin. (wan)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*