Kemarau, Di Desa Pahae Aek Sagala 250 KK Krisis Air Bersih

Memasuki musim kemarau, sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kesulitan mendapatkan air bersih yang akan digunakan untuk memasak, mandi, dan cuci kakus (MCK). Sebab, warga yang tinggal di sana memanfaatkan air hujan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Pahae Aek Sagala Riduan Siagian, kepada METRO, Minggu (25/7) membenarkan warga yang berdomisili di desa yang dipimpinnya kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi bila musim kemarau tiba. Dan sedikitnya 250 KK harus mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan air dari desa tetangga.

“Untuk mandi, warga masih bisa mengandalkan Sungai Aek Sagala. Tetapi, untuk minum warga harus mengeluarkan ongkos angkutan dari Desa Tapaim Nauli di Sipirok Godang atau desa lain,” ujarnya.

Selain di Pahae Aek Sagala, warga Desa Kampung Setia, di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan juga merasakan hal yang sama. “Sejak desa ini berdiri sekitar tahun 1932, sarana air terutama air bersih masih merupakan masalah yang belum pernah tertuntaskan,” ujar Kepala Desa Kampung Setia, Aripin Siregar kepada METRO, belum lama ini.

Desa yang tercatat memiliki 36 Kepala Keluarga (KK) ini, hanya memiliki 4 sumur.

Ironisnya, kondisi sumur tersebut akan mengering pada musim kemarau sehingga warga setempat sulit mendapatkan air bersih.

Demi seember air bersih, masyarakat di desa ini harus berjalan kaki ke desa tetangga, seperti, Desa Saba Tolang yang berjarak sekitar 1.300 meter dan pesantren Kiyai Haji Ahmad Dahlan yang berjarak sekitar 700 meter.

Baca Juga :  Longsor Timbun Rumah di Silayang-layang

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Kemarau_Di_Desa_Pahae_Aek_Sagala_250_KK_Krisis_Air_Bersih

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*