Kemarau, Jalinsum Padang Bolak Berdebu, Warga Rawan ISPA

PADANGBOLAK-Warga di Desa Batang Baruhar Jae dan Desa Batang Baruhar Julu Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta mengeluhkan musim kemarau saat ini. Pasalnya, kondisi jalan lintas sumatera (Jalinsum) yang berkerikil menimbulkan debu yang semakin parah.

Salah seorang pengendara, Agus(35) kepada METRO mengaku prihatin dengan kondisi jalinsum di Desa Batang Baruhar Julu menuju Desa Batang Baruhar Jae. Di mana apabila jalan tersebut dilewati sepeda motor atau mobil, maka debu berterbangan sehingga bagi warga yang berjalan kaki atau warga yang rumahnya di tepi jalan akan terkena debu.
Diutarakannya, akibat debu yang beterbangan sangat mengancam nyawa pengendara yang melintas kawasan itu. Pasalnya, terdapat jalan yang menganga yang panjangnya 10 meter dan dalamnya 5 centimeter itu setiap musim kemarau digenangi debu, sehingga tidak jelas terlihat oleh pengendara.

Senada juga diungkapkan, warga setempat, Indra Harahap (36). Ia mengatakan, setiap menaiki kendaraan, dirinya selalu langganan debu. Ia  mengharapkan pemerintah secepatnya merealisasikan perbaikan jalan tersebut. “Kita berharap, jalan tersebut segera diaspal,” ucapnya.

Untuk itu, keduanya sangat mengharapkan kepada instansi terkait agar dapat menyiramkan jalan tersebut supaya warga terhindar dari menghirup debu setiap hari. Pasalnya keberadaan debu,a pabila secara tersu menerus diisap masyarakat, akan menimbulkan penyakit  Inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Sebelumnya juga diberitakan koean ini, akibat musim kemarau masyarakat penderita penyakit SPA meningkat di Kecamatan Sibuhuan, Palas. Terbukti, tiga pekan terakhir, setiap harinya rata-rata 15 penderitanya berobat ke RSUD Sibuhuan. Biasanya hanya paling banyak 4 orang per hari.

Baca Juga :  Anton: PSSI-KPSI Korbankan Kepentingan Bangsa

Direktur RSUD Sibuhuan, dr  Salikin Kudadiri kepada METRO, awal pekan ini mengatakan, saat ini memang bertambah penderita penyakit ISPA yang umumnya disebabkan faktor cuaca yang ekstrim dan debu yang bertebaran di jalanan masuk ke paru-paru.

“Cuaca yang saat ini sedang musim kemarau menjadi faktor utama meningkatnya penderita penyakit ISPA. Karena, secara otomatis akan terjadi infeksi saluran pernapasan, apalagi debu yang bertebaran masuk ke rongga hidung,” ucapnya.

Lebih lanjut sebutnya, penyakit ISPA juga rawan terjadi pada anak-anak usia 10 tahun ke bawah, untuk itu jika melihat ada tanda-tanda pegal-pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tengorokan dan keluhan lainnya agar segera melakukan pengobatan dan pemeriksaan ke dokter, untuk mengantisipasi sakit yang lebih parah. (thg/mer)

SUmber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*