Kemenpora: Sepak Bola Indonesia Perlu Perubahan Signifikan

Timnas Sepak Bola Indonesia dan PSSI berpose bersama keluarga Bakrie, Jakarta (20/12). TEMPO/Yosep Arkian

Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan menjalankan reformasi dan restrukturisasi.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto, mengatakan untuk mencapai prestasi sepak bola nasional maka PSSI mesti melakukan perubahan yang mendasar. “Laksanakan hasil Kongres PSSI di Malang, harus menjalankan reformasi di tubuh PSSI,” kata Djoko kepada Tempo, Senin (3/1) malam.

Poin pertama dari tujuh butir hasil Kongres PSSI tahun lalu menyebutkan bahwa PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkrit sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat. “Tuntutan yang ada di masyarakat saat ini perlu diakomodasi PSSI,” kata Djoko.

Saat ini, menurut Djoko, waktu yang paling tepat untuk mewujudkan harapan publik. Antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Indonesia terlihat sangat besar ketika tim Garuda berlaga di Piala AFF 2010 yang baru lalu. “Itu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kebangkitan prestasi sepak bola,” ujarnya.

Terkait besarnya desakan masyarakat agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur karena dianggap gagal membawa prestasi PSSI, Djoko mengembalikan masalah tersebut kepada mekanisme yang ada. “Melalui mekanisme organisasi bagaimana,” kata dia.

Menurut Djoko, untuk memajukan prestasi sepak bola nasional tak mesti ketua umumnya harus mundur dan diganti dengan yang baru. Yang jelas, dia menegaskan, PSSI saat ini harus melaksanakan reformasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Giliran Tapsel Ingin Pemekaran

Djoko menambahkan keberhasilan sepak bola Indonesia sangat tergantung pada kapasitas dan kredibilitas manajemennya. (tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*