Kemiskinan dan Pengangguran di Sumut Masih Tinggi

Medan, www.batakpos-online .com

Jumlah penduduk miskin dan angka pengangguran di Sumatera Utara yang masih tinggi, dinilai perlu untuk terus ditekan persentasenya pada 2011. Sebab, bila dua hal ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebabkan kerawanan sosial dan terjadinya instabilitas  di tingkat lokal.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S Alisjahbana dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Sumut di Aula Martabe Kantor Gubernur Medan, Selasa (30/3). Di hadapan Gubsu Syamsul Arifin, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, unsur Muspida Sumut, para bupati/walikota dari 33 daerah, serta Sekda Sumut RE Nainggolan, Armida menilai penting kinerja  mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Sumut untuk terus ditingkatkan.

Sebab, dari akhir Desember 2009 hingga April 2010, sebaran penduduk yang menganggur masih menumpuk di perkotaan, dan sebaran penduduk miskin masih tetap dominan di pedesaan. “Dengan kondisi seperti ini, Sumut perlu melakukan tekanan terhadap kinerja untuk mengentaskan dua hal tersebut. Karena dua hal ini memang jadi prioritas untuk dilakukan Sumut, yakni dengan mengarahkan program pembangunan ke kecamatan dan desa-desa miskin, serta dilakukan dengan pola padat karya,” ujarnya.

Dengan pola seperti ini, Armida yakin pelaksanaan program pembangunan Sumut yang diselaraskan dengan program nasional bisa mampu meningkatkan ketersediaan dan perbaikan serta pemeliharaan prasarana dan sarana fisik yang ada.

Baca Juga :  Jokowi Minta Pelabuhan Sibolga Rampung 2017

Disebutkannya, jumlah penganguran terbuka tahun 2009 di Sumut masih tercatat sekitar 521 ribu jiwa (8,3 persen) dari total angkatan kerja. Sebaran jumlah pengangguran ini banyak terdapat di perkotaan. Sedangkan di pedesaan sebaran penduduk miskinnya masih besar yang pada 2009 mencapai 1,5 juta jiwa (11,51 persen).

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, Armida menekankan perlu juga dipacu pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,3 – 6,8 persen per tahun, dengan inflasi yang dapat dikendalikan pada kisaran 4-6 persen per tahun pada 2011.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melalui Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri, Syamsul Arif juga menekankan agar Sumut bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6,50 persen pada 2011. Karena pertumbuhan itu bisa menekan angka penduduk miskin bisa mencapai 1.379.140 jiwa. Kemudian meningkatkan angka melek huruf hingga mencapai 98,21 persen, dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 79,50. zul

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*