Kemiskinan, Masalah Utama Pemkab Madina

Kemiskinan masih menjadi masalah utama di Madina. Di samping akses pendidikan dan kesehatan sebagai cerminan dari kualitas kehidupan masyarakat, sekaligus modal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kemiskinan tetap masih menjadi masalah utama,” ujar Pj Bupati Madina, Aspan Batubara, saat membuka musrenbang, di aula kantor Bupati, Selasa (15/3).

Menurutnya, musrenbang kali ini merupakan media utama konsultasi publik bagi segenap stakeholder daerah untuk menetapkan program kegiatan daerah serta rekomendasi kebijakan guna mendukung implementasi program dan kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Madina tahun 2012.

Aspan menambahkan, pelaksanaan musrenbang ini mempedomani Undang-Undang (UU) Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional, kemudian UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah menegaskan bahwa RKPD merupakan dokumen perencanaan pembanguinan daerah tahunan.

”Penyusunan dokumen rencana pembangunan tersebut dilakukan melalui forum Musrenbang yang sifatnya penting dan strategis. Sebab, melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan. Nantinya akan menghasilkan capaian dan sasaran program prioritas pembangunan daerah yang sesuai dengan aspirasi masyarakat,” sebut Aspan.

Dilanjutkan Aspan, dengan mengacu gambaran statistik kondisi berbagai aspek, masalah kemiskinan masih merupakan masalah utama yang dihadapi Pemkab Madina. Di samping kemiskinan yang belum tertuntaskan, akses pendidikan dan kesehatan sebagai cerminan dari kualitas hidup masyarakat. ”Bukan itu saja, kondisi infrastruktur yang belum baik merupakan permasalahan yang harus dicari solusinya pada tahun depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Nurdin Halid Terpojok di FIFA

Untuk mengatasi permasalahan ini, sambung Aspan, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan continue agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan sekaligus mengurangi kemiskinan.  “Dan didukung oleh program-program yang berpihak kepada masyarakat miskin,” tambahnya.

Adapun prioritas yang harus dicapai pada tahun 2012, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah dengan terfokus kepada pengembangan agribisnis pedesaan. Kemudian, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan dengan fokus kepada peningkatan pendidikan yang berkualitas dan penyempurnaan regulasi pendidikan dan kesehatan.

“Saya minta kepada seluruh pimpinan SKPD untuk dapat menerjemahkan program prioritas pembangunan tahun 2012 ke dalam langkan-langkah yang bersifat operasional dan dapat dipertanggungjawabkan dengan meletakkan sasaran dan arah kebijakan,” tandasnya. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*