Kenapa PSSI Tak Merekomendasi LPI

1008073p Kenapa PSSI Tak Merekomendasi LPITerkait kisruh yang terjadi antara PSSI dan Liga Primer Indonesia (LPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana menggagas mediasi bagi kedua pihak. Perlu juga diketahui, apa alasan PSSI tidak memberikan rekomendasi kepada LPI. Demikian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (5/1/2011).

“Saya barusan melakukan rapat bersama ahli hukum dan profesional olahraga terkait permasalahan LPI. Kami masih mengkaji dan melakukan upaya komunikasi untuk menyelesaikannya. Tentu, kajian yang dilakukan berdasarkan undang-undang yang berlaku,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, ada beberapa cara yang akan dilakukan sebagai solusi mengatasi kekisruhan antara PSSI dan LPI. Salah satu opsi, kata Andi, adalah mediasi.

“Saya sudah berbicara dengan Ibu Rita Subowo (Ketua KONI) untuk menyelesaikan masalah ini. Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan lebih baik oleh induk olahraga. Namun, masalah ini cukup pelik sehingga mediasi diperlukan,” kata Andi.

“Saya sudah mencoba menghubungi Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI) kemarin. Rupanya, beliau dan pejabat teras PSSI sedang berada di Qatar sehingga mediasi tidak bisa dilakukan,” tutur Andi.

Tujuan dilakukan mediasi, lanjut Andi, untuk mengetahui apa permasalahan utamanya. “Kenapa PSSI tidak memberikan rekomendasi kepada LPI. Intinya kami ingin tahu kenapa PSSI tidak mengeluarkan rekomendasi. Kalau LPI bisa memenuhi kriteria-kriteria, tak ada alasan PSSI tidak memberikan rekomendasi. Tujuannya tentu agar prestasi sepak bola kita semakin maju,” ujar Andi.

Baca Juga :  Jalan Salambue - Gunung Baringin Rusak

Bila mediasi urung terwujud, menurut Andi, ada beberapa opsi lain agar permasalahan ini bisa terselesaikan. “Kami masih terus mengkaji opsi-opsi yang ada. Sebenarnya jika kita berpikir jernih, tidak perlu ada persoalan. Saya tekankan satu hal, jangan ada diskriminasi di dalam olahraga, termasuk sepak bola,” kata Andi. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*