(Kendaraan Komandan Beda dengan Anggota) – Soal Mobil Dinas Pemkab Padang Lawas, Kadis PUD Nilai DPRD Salah Paham

www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Padang Lawas (Palas) Ir Chairul Windu Harahap menilai, dugaan pelanggaran yang dituduhkan pihak DPRD terkait pengadaan kendaraan dinas senilai Rp9.179.500.000 adalah salah paham.

Menurutnya apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai petunjuk tekhnis pelaksanaannya. Selain itu kendaraan dinas Bupati Palas juga harus berbeda dengan wakil bupati dan Ketua DPRD.

“Tidak ada masalah. Semua berjalan baik, karena kita sudah laksanakan sesuai dengan juknis pelaksanaannya,” ujar Chairul Windu kepada METRO, Kamis (25/3) ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya. Saat dihubungi, Chairul mengaku sedang berada di Jakarta.

Disinggung kecurigaan DPRD terkait adanya perbedaan CC kendaraan dinas yang ditetapkan, dengan kenderaan dinas yang dibeli, Chairul menjelaskan jika hal tersebut juga tidak ada masalah. Karena itu dilakukan agar ada terlihat perbedaan antara kenderaan mobil dinas Bupati Palas dengan pejabat lainnya.

“Kalau harganya tetap tidak berubah sesuai dengan yang dianggarkan. Hanya saja yang berbeda adalah CC-nya. Kalau untuk kendaraan dinas Bupati Palas jenis Toyota Fortuner 2.700 CC, sedangkan Wabup dan Ketua DPRD dibuat 2.500 CC yang seharusnya ditetapkan 2.700 CC. Kita buat perbedaan tersebut tujuannya adalah agar ada perbedaan. Masa sama komandan dengan anggota. Makanya harus beda dong. Kalau kendaraan dinas bupati memakai double gardan, sedangkan Wabup dan Ketua DPRD single garden. Jadi itu dia alasannya,” terang Chairul.

Baca Juga :  Atletico Madrid sukses menjuarai La Liga musim 2013/14 usai menahan imbang Barcelona di Camp Nou, Sabtu 17 Mei 2014

Chairul juga menjelaskan, keterlambatan pengadaan kendaraan mobil dinas tersebut sudah bisa dimaklumi DPRD. Karena saat ini sedang dalam tahapan pengurusan STNK kendaraan, dan setelah siap akan dibagikan. Begitu juga dengan pengadaannya tidak ada keterlambatan.

“Belum bisa dikatakan terlambat. Kendaraannya sudah ada sesuai dengan jumlah yang akan diadakan. Hanya saja sekarang sedang pengurusan STNK, karena harus ada proseduralnya, tidak semudah begitu saja dalam penyerahannya,” kata Kadis PUD mengakhiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Palas H Erwin Hamonangan Pane menduga, anggaran pengadaan mobil dinas di Pemkab Palas sebesar Rp9.179.500.000 yang bersumber dari APBD tahun 2008 bermasalah. Pasalnya, alokasi dan jenis kendaraan yang ditetapkan dalam APBD 2009 tersebut berbeda dengan realisasinya.

Hal ini dikatakan H Erwin Hamonangan Pane kepada METRO, usai rapat gabungan Komisi di Gedung DPRD Sibuhuan, Rabu (24/3). “Pagu yang dianggarkan dalam APBD Palas 2009 untuk pengadaan kendaraan dinas tersebut sebesar Rp9.179.500.000, diperuntukkan pengadaan kendaraan dengan spesifikasi 3 unit mobil 2.700 cc, 2 unit 2.500 cc, 3 unit 2.200 cc, 18 unit 2.000 cc, 6 unit 1.500 cc. Serta sepedamotor 32 unit. Namun kenyataanya yang terealisasi 1 unit mobil 2.700 cc, 4 unit 2.500 cc yang terdiri dari 2 jenis Nissan X-Trail dan 2 Fortuner. Di sinilah terdapat perbedaan antara jumlah dan cc dari yang ditetapkan,” tegas Erwin.

Baca Juga :  Bantu Korban Bencana Alam, PMII Padangsidimpuan-Tapsel Galang Dana

Dilanjutkan Erwin, proses pengadaan kendaraan juga diduga sarat dengan pelanggaran, karena pelaksanaan pelelangan sempat dua kali dilaksanakan, namun akhirnya diadakan penunjukan langsung. “Mereka beralasan saat lelang pertama dan kedua tidak ada peserta tender yang mendaftar,” ujar Erwin.

Selain itu, lanjut politisi PPP ini, realisasi pengadaan tidak tepat waktu. Seharusnya pengadaan selesai di akhir tahun 2009, namun ternyata sampai saat ini kendaraan dinas tersebut belum dipergunakan sebagaimana mestinya. “Yang teralisasi dan telah dipergunakan hanya untuk orang dan jabatan tertentu,” ungkap Erwin. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Anggarannya juga jelas beda dong pak, Fortuner 2700 CC harganya Rp.445juta, Fortuner 2500 CC harganya Rp.385juta dan Nissan Extril harganya Rp.365juta. Kalau sesuai yang dianggarkan : 3 unit Fortuner 2700 CC = Rp.1,335Milyar + 2 unit Fortuner 2500CC = Rp.700juta TOTAL Rp.2,035Milyar sedangkan realisasinya 1 unit Fortuer 2700CC =Rp.445juta + 2 unit Fortuner 2500CC= Rp.770juta + 2 unit Nissan Extril = Rp.730juta TOTAL = Rp.1,945Milyar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*