“Kenekatan” Wenger Mengubah Sejarah

Untuk kali pertama dalam empat pertemuan terakhir, Arsenal berhasil menang atas Barcelona, yaitu 2-1, pada pertandingan laga pertama 16 besar Liga Champions di Emirates, Rabu (16/2/2011).

Kiper Arsenal, Wojciech Szczesny, mencoba menghalau tembakan penyerang Barcelona, Lionel Messi, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, di Emirates, Rabu (16/2/2011).

Memang, Arsenal bisa menang berkat dua gol dari Robin van Persie (78) dan Andrei Arshavin (83). Namun, ada satu pemain lain yang tak bisa dikecilkan perannya, kiper Wojciech Szczesny.

Penampilan melawan Barca itu adalah penampilan pertama Szczesny di Liga Champions. Ditambah usia yang baru 20 tahun, sejumlah kalangan sempat mempertanyakan keputusan Wenger untuk tidak memilih Manuel Almunia.

Tarikan alis atau kerutan dahi adalah respons wajar terhadap keputusan Wenger. Soal performa, mungkin Szczesny punya refleks dan kemampuan membaca permainan lebih baik dari Almunia. Namun, melawan tim dengan permainan terbaik dunia di ajang sepanas Liga Champions, pengalaman biasanya akan sangat menentukan karena pemain baru, seberbakat apa pun, berpeluang lebih besar menjadi gugup dan itu melumpuhkan potensinya.

Sementara orang menilai, Wenger percaya kepada filosofinya sendiri, yang dianut setidaknya selama lima musim terakhir, bahwa menjadi besar selalu diawali lompatan pertama dan ia memberi batu loncatan kepada Szczesny ketimbang memberi kesempatan kedua bagi Almunia.

“Itu pertandingan besar untuk Szczesny. Anda berpikir ia akan sekali atau dua kali melakukan sesuatu (kesalahan). Namun, handling-nya sangat bagus. Ia tak khawatir soal apa pun, yang merupakan hal sangat penting dalam pertandingan level tinggi,” kilah Wenger soal alasannya memilih Szczesny.

Baca Juga :  Angka Laka Lantas di Paluta Mencapai 12 Kasus

Setelah menggagalkan eksekusi Lionel Messi pada menit ke-23, Szczesny kemudian memang menunjukkan kegugupan sehingga kalah dalam duel satu lawan satu dengan David Villa pada menit ke-28.

Namun, sesudahnya ia memanfaatkan ujian-ujian kecil dari Pedro pada menit ke-29 dan ke-38 untuk memulihkan kepercayaan diri dan menumbuhkan ketenangan.

Szczesny sepertinya belajar sangat cepat. Belum sampai pertandingan berakhir, ia sudah menunjukkan level performa seperti kiper berpengalaman. Setidaknya, itu terlihat dengan antisipasinya terhadap eksekusi akurat dari Seydou Keita (88), Dani Alves (88), dan Lionel Messi (90 + 2).

Bandingkan dengan performa Victor Valdes, yang nyaris tak bereaksi terhadap eksekusi Van Persie dan Arshavin. Padahal, dari segi pengalaman, Valdes mungkin sudah begah.

Masih ada laga kedua. Arsenal belum tentu lolos dan Szczesny belum tentu bisa mengulang penampilan seperti tadi. Namun, setidaknya, ia telah melakukan lompatan awal dengan baik dan benar serta memenangkan Wenger atas perjudian melawan sejarah.(kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*