Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalah

WASPADA ONLINE

PANYABUNGAN – Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal, Taufik Zulhandra  Ritonga, mengharapkan para distributor, dan kios pengecer pupuk  bersubsidi wajib bertanggungjawab mengupayakan  pengadaan sekaligus penyaluran sampai ke tingkat  petani.

“Di 2010, penyaluran pupuk bersubsidi di Madina jangan menjadi permasalahan, tetapi harus sesuai dengan tugas,  dan tanggung jawab masing-masing,”  ujarnya kepada Waspada, tadi malam.

Menurutnya, dalam upaya pendistribusian pupuk bersubsidi di Madina, pihaknya telah melaksanakan rapat sosialisasi  pengadaan, pemanfaatan, dan pendistribusian pupuk bersubsidi,  di aula  kantor Camat Panyabungan Utara, baru-baru ini.

“Dalam pertemuan diikuti tim komisi pengawasan pupuk, dan pestisida,  camat sentra produksi, produsen pupuk bersubsidi, distributor pupuk  bersubsidi, kios pengecer resmi, kepala UPT BP3K, serta penyuluh lapangan,” ungkapnya.

Dijelaskan, petani sebagai penerima manfaat dapat menikmatinya  sesuai dengan harga yang ditetapkan. Kemudian pengamanan, pengadaan dan  penyaluran pupuk bersubsidi sampai di tingkat petani harus bisa  dilaksanakan dengan enam tepat yaitu tepat waktu, tepat tempat, tepat  jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat harga.

Dijelaskan, sesuai dengan Peraturan Gubsu No 1 tahun 2010  tentang alokasi kebutuhan pupuk, dan Harga Eceran Tertinggi ( HET)  pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian TA 2010 Sumut. Kebutuhan pupuk  bersubsidi untuk sektor pertanian menurut jenis pupuk di kabupaten  Mandailing Natal yakni, urea 8.283 ton,SP-36  884 ton,ZA 2.204 ton,NPK  2.525 ton, dan organik 1.760 ton.

Untuk sub sektor perkebunan, katanya,  3.366 ton, sedangkan sub sektor tanaman pangan, dan holtikultura 4.677   ton. Namun mengingat untuk subsektor tanaman pangan,jika dikalikan  dengan luas lahan baku sawah maka alokasi ini sangat rendah, dan  dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi.

Karenanya, 1 Januari 2010 lalu  melalui musyawarah di tingkat komisi pengawasan pupuk dan pestisida  telah disepakati pengalihan jatah pupuk dari sub sektor perkebunan ke sub sektor tanaman pangan dan holtikultura 2.000 ton.

Dengan demikian jatah pupuk urea bersubsidi TA 2010 subsektor  tanaman perkebunan 1.366 ton dan untuk sub sektor tanaman  pangan dan hotikultura 6.677 ton.

Disisi lain,sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan  No 07/M-DAG/PER/2/2009 tentang perubahan atas Peraturan Menteri  Perdagangan No 21/M-DAG/PER/6/2008 tentang pengadaan, dan  penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian, pupuk bersubsidi  adalah pupuk yang pengadaan, dan penyalurannya mendapat subsidi dari  pemerintah untuk kebutuhan petani.

Disebutkan, berdasarkan peraturan Menteri  Pertanian Nomor : 50/Permentan/SR.130/11/2009 tentang kebutuhan, dan  harga eceran tertinggi ( HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian  TA 2010, pupuk urea Rp1.200 per kg.

Jenis pupuk SP-36 Rp1.550 per kg, pupuk ZA Rp1.050 per kg, pupuk NPK phonska ( 15:15:15) Rp1.750 per kg, pupuk NK pelangi ( 20:10:10) Rp1.830  per kg, pupuk NPK Kujang ( 30:6:8) Rp1.586 per kg  dan organik Rp500 per kg.

Dikatakan, untuk mempercepat pengalokasian dan penebusan  pupuk bersubsidi per-kecamatan telah diterbitkan SK Bupati Madina  Nomor : 521.1/038/K/2010 tentang alokasi kebutuhan dan HET pupuk  bersubsidi untuk sektor pertanian,sehingga sudah dapat dilakukan  penebusan.

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalahfacebook Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalahtwitter Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalahlinkedin Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalahemail Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalahprint Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan  Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga; Penyaluran pupuk subsidi jangan jadi masalah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*