Kepala Bareskrim Polri: Kapolri Sudah Tegur Kapolda Bengkulu – Kapolda Bengkulu: Saya Tidak Pernah Ditegur Kapolri

Kepala Bareskrim Polri: Kapolri Sudah Tegur Kapolda Bengkulu

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo saat memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012), terkait ledakan bom, di Beji, Depok, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo telah menegur Kepala Polda Bengkulu Brigjen (Pol) Albertus Julius Benny Mokalu terkait upaya penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri, Komisaris Novel Baswedan, di Gedung KPK, Jumat (5/10/2012) pekan lalu. Teguran itu dilayangkan karena tindakan yang dilakukan dianggap tak tepat secara etik.

“Teguran sudah diberikan langsung. Teguran itu sanksi. Secara hukum, kan tidak salah. Mungkin secara etika (salah),” kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Sutarman mengatakan, niat kedatangan sejumlah anggota Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya ke Gedung KPK hanya untuk berkoordinasi. Namun, publik menganggap lain.

“Silakan masyarakat yang menilai dan masyarakat menilai pasti minus pada Polri. Tetapi, kita terima saja,” kata dia.

Ketika disinggung mengapa kasus yang terjadi delapan tahun lalu baru ditangani, Sutarman berdalih, banyak situasi semacam itu. Menurut dia, pihaknya hanya mampu mengusut tak sampai 60 persen kasus per tahun dari seluruh laporan masyarakat. Karena itu, laporan lama ditangani.

“Kita kan memang bukan ‘Kesatria Baja Hitam’. Kasus yang dilaporkan masyarakat bisa kita selesaikan rata-rata per tahun 50 sekian persenlah,” kata Sutarman.

Baca Juga :  Polri: Kronologi Penyerangan Lapas di Jejaring Sosial, Penilaian Individu

Seperti diberitakan, kepolisian menuduh Novel melakukan penganiayaan berat terhadap enam orang pencuri sarang burung walet pada 2004. Ketika itu, Novel menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polda Bengkulu.

Menurut kepolisian, surat perintah penangkapan Novel didasarkan atas laporan dua dari enam korban penembakan atas nama Dedi Mulyadi dan Irwansyah.

Namun, pengacara korban penembakan membantah membuat laporan polisi atas perbuatan Novel. Yang dibuat pengacara atas nama korban ialah permohonan keadilan.

Pimpinan KPK menyebut apa yang dilakukan terhadap Novel merupakan upaya kriminalisasi. Novel disebut tidak di tempat kejadian. Namun, sebagai pimpinan, Novel bertanggung jawab dan telah dikenakan sanksi etik.

Kapolda Bengkulu: Saya Tidak Pernah Ditegur Kapolri

BENGKULU, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen (Pol) Albertus Julius Benny Mokalu, Rabu (10/10/2012), menyatakan, dirinya tidak pernah ditegur oleh Kepala Polri terkait kasus Novel Baswedan. Polda Bengkulu sebagai lembaga juga tidak menerima teguran.

Pernyataan itu bertentangan dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman di kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta. Bahkan, menurut Sutarman, teguran itu diberikan langsung. Teguran itu sanksi.

Selain bantahan singkat bahwa dirinya belum pernah ditegur Kapolri karena kasus Novel Baswedan, Benny tidak banyak berkomentar terkait perkembangan kasus Novel. Menurut dia, Polda Bengkulu kini mengikuti arahan Presiden yang menyatakan bahwa penyelesaian kasus Novel tidak tepat waktu dan caranya.

Baca Juga :  Markus Palsu di TVOne - Polisi Tunggu Dewan Pers untuk Sita Naskah Andris

Sumber: kompas.comkompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Salam….. nahhh lihatlah, yang satu berpangkat KOMJEN yang satu berpangkat BRIGJEN, mana yang benar omongannya? Selalu begitu! Reformasi di tubuh Polri memang ada, tapi reformasi di tubuh kalian yang belum ada, cobalah reformasi di tubuh kalian, mulai dari JENDERAL sampai BRIPTU. Kalau semua sudah di REFORMASI (tidak ada yg tertinggal), mudah2an THRUST dari rakyat Indonesia akan kembali pada tubuh Polri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*