Kepala Desa Batu Mundom Jual Kapling Hutan Negara Di Areal HPH PT. Teluk Nauli

117808377484d914d28b5123adf88d44bea7061b Kepala Desa Batu Mundom Jual Kapling Hutan Negara Di Areal HPH PT. Teluk Nauli
des Kazwan, “menantang bupati”./ARM

Muara Batang Gadis, AKS.com – Kasus kejahatan Kepala desa (kades) Batumundom Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing-Natal (Madina), Kazwan memperkaya diri dengan mengkapling dan menjuali kawasan hutan negara di Laba Onas dalam areal IUPHHK d/h HPH Pt. Teluk Nauli. Belakangan ini makin merajalela. Tahun 2010 lalu tim gabungan Polres dan Dishutbun Kab Madina didampingi bebrapa staf management Pt. Teluk Nauli sempat merazia, menangkapi dan memenjarakan sejumlah perambah hutan asal Siais Kab Tapsel, namun awal 2011 nampaknya para perambah baru makin banyak datang menggunduli dan membakari hutan di Laba Onas.

Hasil investigasi tim gabungan beberapa lsm  ke Laba Onas beberapa waktu lalu, melihat ribuan Ha kawasan hutan negara dalam areal konsesi Pt. Teluk Nauli telah dikapling-kapling, ditebang habis dan digunduli. Tim gabungan lsm juga  menemukan sejumlah data surat dan aksi pembakaran hutan di sepanjang tepi Jalinsum Pantai Barat di Laba Onas yang membelah-dua areal IUPHHK d/h HPH Pt. Teluk Nauli. Perambahan dan pembakaran hutan negara terjadi mulai dari air terjun Simatutung ke muara sungai Aek Rambe terus ke Pondok Limo di lembah kaki pegunungan sekeliling danau besar di hulu Aek Rambe, ditaksir sudah ribuan Ha kawasan hutan negara hangus terbakar gundul gersang terancam erosi.

Surat keterangan ganti-rugi tanah

Para tauke perambah liar di Laba Onas nampaknya kebal hukum, punya rasa percaya diri pasang berbagai papan merk di sepanjang tepi Jalinsum dengan berbagai nama ngaku penguasa tanah dan hutan negara. Rata-rata klaim penguasaan hutan berkisar puluhan sampai ratusan ha perorang., yang angka luasannya mudah dibaca di setiap papan merk perambah liar yang berjejer terpampang di sepanjang tepi Jalinsum.            Antara lain dipatok di tepi jalan, papan merk Milik Keluarga Besar G. Harahap, Milik P. Siregar, Milik Keluarga Kasman Nasution, dll.

Sementara di lahan perambahan tak berpapan merk, tim gabungan lsm justru mendengar sederetan nama-nama besar lokal dari ocehan beberapa operator chainsaw dan pekerja inmas-tumbang tentang para tauke pemodal perambahan. Seperti Haji Ridwan Chaniago pemilik Hotel Malibu Kota Tebingtinggi, Marihot Sidabutar mantan Staf Cab BRI Padangsidimpuan (Psp), Haji Marabintang Harahap Kadiskes Kab Paluta,  Irsan Ependi Nasution pengusaha dan tokoh partai di Psp, si Jepang dari pesantren Al Ansor Batang Angkola, Bisman Simbolon Ketua BPD Sikapas, dll.

Baca Juga :  Minah di Kab. Mandailing Natal Hilang Dipasaran

Beberapa pekerja perambahan yang kebetulan awam dan lugu, memperlihat sejumlah copy data surat tanah yang aslinya dipegang tauke mereka. Ternyata alas hak yang digunakan jadi topeng menutupi kejahatan perambahan liar tersebut adalah sejumlah Surat-surat ganti-rugi, jual-beli tanah lengkap dengan lampiran peta –tanpa kordinat– lokasi tanah di Laba Onas yang diterbitkan Kazwan Kades Batumundom lengkap pakai stempel jabatan.

Contohnya seperti Surat Keteragan Ganti Kerugian 20.000 M3 tanah yang diterbitkan Kades Batumundom untuk nama penjual Panyahatan Hasibuan warga desa Sikapas dengan saksi Mahali Jambak kepada Ilham Lubis warga Desa Purwodadi Kota Psp. Kemudian Kades Kazwan meneken dan menerbitkan Surat Ganti-rugi Tanah a/n Yusni Nasution juga warga desa Sikapas lagi-lagi ke Ilham Lubis. Copy surat tanah ke-3 dari Kades Batumundom, yaitu surat keterangan ganti kerugian tanah 20.000 M3 dari Mahali Jambak warga Sikapas kepada Lamidah Damanik warga Purwodadi Kota Psp.  Semuanya dibuat pada jadwal yang sama, tgl. 14 Desember 2009. Kades Kazwan juga terbitkan surat ganti rugi tanah dari Yusma Simbolon warga Sikapas kepada Lamidah Damanik warga Purwodadi Kota Psp.

Disinyalir, guna mendukung kelengkapan surat ganti-rugi ecek-ecek tsb, Kades Batumundom, Kazwan juga ketahuan menerbitkan sejumlah surat-surat pernyataan tanah di laba Onas, seperti untuk nama Panyahatan Hasibuan, Yusma Simbolon, Mahali Jambak, Yusni Nasution, dll.

Pihak Pt. Teluk Nauli yang coba dikonfirmasi melalui ir. Ismet Kepala Kantor Cabang di Kota Sibolga, menyatakan kasus tsb segera dilaporkan ke atasan guna ditindaklanjuti ke Kemenhut dan Mabes Polri agar turun perintah merazia kembali.

Menantang Kapolsek

1178091253b412f4bfe60755639ac0dbe75f1c5b Kepala Desa Batu Mundom Jual Kapling Hutan Negara Di Areal HPH PT. Teluk Nauli
Peta lokasi tanah lampiran Surat Tanah

Namun Kades Batumundom, Kazwan beserta para komplotan pencuri dan penjual hutan negara di Laba Onas, bersikap menantang. Seperti sumber di Mapolsek MBG di Singkuang menuturkan, “Kades Kazwan melawan sewaktu mau dipanggil untuk diminta keterangannya. Si Kazwan malah berlindung menantang, suruh Kapolsek MBG, AKP Zulkarnaen Nasution duluan bikin surat permohonan minta izin Bupati Madina kalau mau periksa Kades Batumundom”, ujar sumber di Mapolsek MBG di Singkuang.

Baca Juga :  Irfan Bachdim Pun Diklaim Malaysia

Konfirmasi tak berhasil, Kades Batumundom, Kazwan tak pernah ketemu di rumahnya, konnon sibuk bisnis tanah cari pembeli keluar kota. Kades Sikapas, Zul Ilmi

Situasi tsb mendapat kritik tegas dari bebrapa aktifis lsm lingkungan, yang lalu memaparkan solusi. “Mestinya duluan laporkan ke Kementrian Kehutanan RI di Jakarta tentang kejahatan tindak pidana perambahan liar dan pembakaran hutan negara di Laba Onas, supaya Menhut c/q Dirjen bisa perintah Bupati Madina mencopot Kazwan dari jabatan kades. Nanti sesudah copot jabatan kades Batumundom, polisi kan bisa panggil, periksa dan tangkap Kazwan yang sudah kembali menjadi rakyat biasa, tak perlu lagi sesuai UU Pemerintahan untuk dapat izin bupati untuk memeriksa kades”, ketus beberapa aktifis lingkungan.

“Jadikan saja kasus ini sebagai pekerjaan rumah pertama bagi Bupati Madina yang baru, Hidayat Batubara dan Wakilnya Dahlan Nasution”, ketus para aktifis tsb menutup komentar. ( AR Morniff -email)

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*