Kepala Desa Sikapas Palsukan Ratusan Tanda Tangan Masyarakat

Muara Batang Gadis, apakabarsidimpuan

Oknum Tersangka pemalsu tekenan masyarakat, Kades Zul Ilmi Harahap (ArM-Alarm)

Kasus kejahatan Kepala Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing-Natal (Madina) Menipu dan membodohi warga masyarakat di desanya belakangan mencuat ke permukaan jadi pembicaraan heboh. Dalam usahanya merebut kembali jabatan Kepala Desa Sikapas, diduga keras oknum Zul Ilmi Harahap bersekongkol dengan seorang oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maraiman Nasution merekayasa surat usulan pengaktifan oknum Zul Ilmi Hrp yang belakangan ketahuan penuh berisi ratusan tekenan/tanda-tangan palsu warga masyarakat Desa Sikapas.

Mulanya, masyarakat Desa Sikapas keberatan dan memprotes tingkah-laku Zul Ilmi Hrp yang memperlakukan jabatan Kepala Desa (Kades) seolah jabatan harta warisan kakek-moyangnya. Masyarakat yang tersinggung melihat perilaku oknum Kades Sikapas yang hobby berjudi, main perempuan, selalu bertindak sendiri dengan mengenyampingkan aparat pemerintahan desa, BPD serta tokoh-tokoh masyarakat, lalu ajukan Surat Keberatan tgl. 27 Januari 2010 dengan dasar pertimbangan bahwa oknum Zul Ilmi Hrp tidak mampu memimpin masyarakat serta tidak becus melaksanakan roda-pemerintahan ke Bupati Madina, berlanjut Zul Ilmi Hrp diskors dari jabatan Kades dengan Surat Keputusan Bupati Madina No: 141/353/K/2010 tgl. 23 April 2010.

Setelah menganggur selama setengah tahun, oknum Zul Ilmi Hrp bersama Maraiman Nst bersekongkol merekayasa Surat Usulan Pengaktifan kembali Zul Ilmi Hrp menjadi Kades. Beberapa tokoh masyarakat menunjukkan data bahwa Surat Usulan Pengaktifan Zul Ilmi Hrp jadi Kades dibuat pada tgl. 21 Juni 2010 berisi 320 tekenan masyarakat yang disebut mendukung Zul Ilmi Hrp. Ternyata data surat usulan tsb setelah diperiksa dan diteliti masyarakat, ketahuan berisi ratusan tanda-tangan palsu.

Menurut hitungan masyarakat, diketahui oknum anggota BPD, Maraiman Nst mengaku mewakili lembaga BPD, padahal ketua BPD dan 3 orang lagi anggota BPD tidak tahu menahu dan tidak ikut meneken surat usulan tsb. Terbongkar pula ada sebanyak 73 tanda-tangan palsu masyarakat, terungkap ada 6 warga Desa Pasar Singkuang dan 1 warga Rantopanjang dibajak nama mereka seolah warga Desa Sikapas. Kemudian ada juga nama anak di bawah umur ikut teken surat. Masuk pula sejumlah 18 nama orang yang sama sekali tidak dikenal di Desa Sikapas. Bentuk pemalsuan lain ketahuan ada 8 orang yang namanya rangkap-dua sehingga si warga tsb masing-masing meneken sebanyak 2 X.  Dijumlah total ada 143 nama-nama dan tanda-tangan palsu dalam surat usulan Kades tsb.

Baca Juga :  Pemerintah dan Ulama Dukung Polri Berantas Judi di Batang Angkola Tapsel

Camat MBG, Indra Sakti Nst yang diisuekan sudah makan sogok, membuat surat rekomendasi No: 138/52/MBG/2010, berlanjut Bupati Madina, Amru Daulay, SH terbitkan Surat Keputusan No: 140/533/K/2010 tgl. 03 September 2010 mengaktifkan kembali oknum Zul Ilmi Hrp menjadi Kades Sikapas dan memberhentikan Camat MBG yang baru, M. Haposan, S.Sos jadi jabatan Pejabat Kades Sikapas.

Sesudah ditutupi beberapa bulan, belakangan data surat usulan rekayasa penuh tekenan palsu tsb ketahuan dan beredar di kalangan masyarakat. Timbul situasi gejolak meresahkan masyarakat begitu ketahuan banyak nama masyarakat dibajak dan dicatut tanpa sepengetahuan para pemilik nama, dan tanda-tangan mereka dipalsukan. Situasi makin panas begitu terbongkar banyak nama yang bukan warga desa Sikapas tapi dimasukkan ke dalam surat usulan seolah mereka warga penduduk Desa Sikapas.

Ketidaksenangan masyarakat akhir memuncak dan tertuang ke dalam surat tuntutan pemberhentian oknum Zul Ilmi Hrp tertanggal 14 November 2010, ditujukan kepada Bupati Madina yang baru, Ir Aspan Sofyan Batubara, MM, Kepala Inspektorat Sayuti Lubis, Ketua DPRD Imran Khaitami Daulay dan Komisi-1 DPRD Madina yang diterima Ketua Komisi-1 M. Jafar Nasution, serta Camat MBG.

Surat tuntutan masyarakat agar oknum Zul Ilmi Hrp dicopot dari jabatan Kades Sikapas, menguraikan lengkap seluruh daftar kasus pemalsuan tanda-tangan ratusan penduduk tsb. Masyarakat Desa Sikapas masih yakin dan percaya Bupati Aspan Sofyan Batubara akan bertindak adil dan jujur menyikapi kasus kejahatan pemalsuan ratusan tanda-tangan masyarakat, dan menegakkan hukum secara lurus dan benar.

Walau di akhir surat tuntutan tsb, masyarakat Desa Sikapas menyampaikan peringatan jika Pemkab Madina mulai dari Bupati, Kepala Inspektorat, Komisi-1 DPRD dan Asisten-1 Tatapraja serta Camat MBG tidak tanggap ataupun lamban menyahuti tuntutan masyarakat, maka masyarakat Desa Sikapas akan menempuh jalur hukum pidana dengan mengadukan kasus kejahatan pemalsuan ratusan tanda-tangan masyarakat langsung ke Polda Sumut di Medan dan Polres Madina di Panyabungan.

Baca Juga :  Pascapenangkapan Ketua DPC Demokrat, Polisi Tangkap Pasutri

Prihatinnya, tuduhan pengaduan masyarakat lengkap lampiran bukti tsb tak mendapat sikap tanding yang seimbang. Oknum Kades Zul Ilmi Hrp dan Camat M. Haposan, S.Sos yang dikonfirmasi melalui sms ponsel, sama sekali bungkam tak menjawab ataupun membantah. Sementara Anggota BPD Maraiman yang diduga keras sebagai mitra sekongkol Zul Ilmi tak bisa dihubungi.

Masyarakat Siap adukan ke Poldasu

“Urusan kasus pemalsuan ratusan tanda-tangan masyarakat Desa Sikapas sekarang jadi tanggungjawab Pemkab Madina dan Camat MBG. Kalau mereka para pejabat itu lebih ingin supaya urusan kasus Kades Sikapas dan berkas surat-surat Pemkab Madina serta Camat MBG diobok-obok polisi, ya terserah mereka. Yang jelas kami siap adukan kasus kejahatan pidana pemalsuan ini ke Kapolres Madina, malah kalau perlu utusan masyarakat berangkat mengadu ke Kapolda Sumut di Medan”, ancam beberapa tokoh masyarakat yang disampaikan kepada pers. (ArM)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. orang kayak gitu gak usa di kasi ampun
    dia rela mengorbankan orang lain demi kebahagiannya…
    aku sebagai warga desa sikapas tidak suka atas sikap nya…….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*