Kepala SMAN 7 Padangsidimpuan ‘Ditolak’ Dengan Bentangan Spanduk

Penempatan Drs H Ahmad Syaukani sebagai Kepala Sekolah (Kasek) di SMAN 7 Kota Padangsidimpuan (Psp), terus mendapat penolakan dari pihak sekolah. Kali ini Syaukani ‘ditolak’ melalui spanduk yang dipasang di gerbang masuk sekolah. Sebelumnya, Syaukani ditolak lewat surat pernyataan yang ditandatangani guru dan siswa.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Psp mengesalkan pemasangan spanduk yang bertuliskan ‘Kami tidak menerima kepala sekolah yang bermasalah’ di depan pintu gerbang SMAN 7 Psp, Jalan By Pass, Kecamatan Psp Batunadua, Kota Psp.

Sekretaris Disdik Psp, Drs Masuddin Lubis, kepada METRO, Selasa (26/10), mengatakan, tim dari Disdik Psp sudah diturunkan guna mempertanyakan kepada dewan guru siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun, dewan guru mengaku tidak tahu-menahu tentang keberadaan spanduk tersebut.

Anehnya, sambung Masuddin, ketika tim Disdik Psp hendak menurunkan spanduk itu, dewan guru justru menentang dan melarang Disdik menurunkan spanduk tersebut.

“Kita belum turunkan spanduk itu dan masih akan terus berkoordinasi dengan dewan guru, tentang bagaimana tindakan yang akan diambil terhadap spanduk tersebut serta siapa oknum yang memasangnya dan kita akan bicarakan baik-baik,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah guru yang ditanyai siapa yang memasang spanduk itu, mengaku sudah melihat spanduk itu tertampang saat masuk sekolah Senin (25/10). Mereka mengaku bukan dari dewan guru atau internal sekolah yang memasang spanduk itu.

Baca Juga :  Tim HORAS Laporkan Dugaan Money Politics ke Panwas

Beberapa siswa yang ditanyai mengenai spanduk mengaku kalau mereka tidak peduli siapa kepala sekolah di SMAN 7. Sebab, yang terpenting menurut mereka adalah lulus UN. “Kami tidak peduli mau siapa saja yang jadi kepala sekolah, yang penting kami lulus UN,” ujar siswa.

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*