Keplaa SD 100690 Botung Diduga Salahgunakan Wewenang

BOS TIDAK DISALURKAN, LAKUKAN PEMOTONGAN BSM DAN TIDAK MEMIKIR

Sibuhuan  – Kepala SD 100690 Botung, Lokot Nasution diduga menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kepentingan umum atau untuk menguntungkan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan
Dana bantuan dalam bentuk beasiswa miskin (BSM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) murid sekolah dasar (SD) 100690 Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas Tahun 2011 dipotong sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) per siswa/i, dengan modus menyuruh para wali/orangtua siswa/i menandatangani kwitansi dengan jumlah Rp 360.000,- setelah itu baru dipotong sebesar Rp 100.000,- dengan dalih sebagai administrasi.
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode Januari – Maret TA. 2012 juga tidak disalurkan. Hanya sebahagian dipakai untuk pengganti biaya siswa dalam pelaksanaan Pramuka dan sisanya tidak jelas dikemanakan. Serta Dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), unsur komite sekolah tidak dilibatkan, dalam arti pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak transparan.
Untuk masalah internal, oknum kepala sekolah dengan para guru – guru juga sangat disayangkan, dua atau tiga guru tidak teguran dengan oknum Kepala Sekolah dikarenakan istri dari kepala tersebut juga guru di SD 100690 Botung sangat merasa berkuasa bak Ratu.
Ketua DPC LSM – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMrAK) Kab. Padang Lawas, Edi R. saat ditemui di kantornya mengungkapkan, “ sangat disayangkan jika seorang Tenaga Pendidik yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah melakukan atau mengambil hak orang miskin demi kepentingannya” tandasnya kesal
Kepala SD 100690 Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam,  LOKOT yang di hubungi KOREKSI via SMS membantah telah menyunat dana BSM. Menurut Lokot, dana BSM tersebut dibagikan sebagaimana mestinya.
“saya tidak memotongnya, saya bagikan semua dengan jumlah Rp 360.000,-/murid ” ucapnya berdalih “dana bos Januari – Maret juga saya kelola sesuai juknis” sambungnya
Ditempat terpisah, SG Lubis aktivis LSM yang juga getol terhadap permasalahan pemotongan dana serta pungutan liar disekolah mengungkapkan “ jika lah benar pemotongan itu, kepala sekolah tersebut dapat kita kategorikan sebagai manusia rakus alias hurang-hurangan yang teganya memakan hak siswa tanpa memperkirakan betapa sangat berharganya dana bantuan tersebut terhadap kelangsungan pendidikan siswa miskin” tandasnya
Diharapkan kepada Plt. Bupati Padang Lawas agar menindak tegas Kepala Sekolah yang menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan pribadi. Bagaimana program pemerintah akan wajib belajar Sembilan tahun apabila hak-hak siswa miskin saja di kantongi kepala sekolah?? Demi tercapainya Filosopi Padang Lawas BERCAHAYA mohon kepada Kepala Sokolah yang rakus untuk mengundurkan diri (ed)
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bupati Tapsel: Pembangunan tidak Boleh Berhenti

1 Komentar

  1. Kepada Ketua DPC LSM – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMrAK) Kab. Padang Lawas, Edi R. kalau benar sdr Kepala SD 100690 Botung, Lokot Nasution diduga menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kepentingan umum atau untuk menguntungkan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan dapat dibuktikan……..oknum tersebut bisa diberhentikan dari pegawai negeri dan dipenjara………Kita harus hati2 dalam hal ini……jangan nanti citra seorang GURU….yang dulunya dapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa………bergeser citranya …………dan orang tua murid sdh tidak percaya dengan GURU……alamat Negara ini kan HANCUR…….ini tanggung jawab kita bersama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*