Kepsek Dipaksa Beli Material Bangunan dari Satu Perusahaan

MedanBisnis – Tapanuli Selatan
1132207p Kepsek Dipaksa Beli Material Bangunan dari Satu PerusahaanDugaan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2009 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) semakin menguat. Sebanyak 14 kepala sekolah (kepsek) penerima dana DAK diduga dipaksa membeli material bangunan dari perusahaan yang sama.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, Husin Sogot Simatupang kepada MedanBisnis di gedung dewan, Rabu (2/12). Dikatakannya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan anggota dewan di Kecamatan Sipirok, sejumlah kepsek mengakui jika pengadaan rangka baja diarahkan dan dipaksa membeli material bangunan dari perusahaan yang sama, yakni kepada BUMD Tapsel, PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM) atas nama Dedi Rangkuti.

“Selain rangka baja yang diarahkan kepada 14 kepsek, mereka juga diarahkan karena adanya tekanan dan intervensi untuk membeli bahan material kepada salah satu pengusaha di Kecamatan Sipirok, Saleh Hutasuhut. Makanya kami menilai di sini juga ada tekanan kepada kepala sekolah dan kita sudah punya bukti yang akurat untuk nantinya juga akan kita pertanyakan kepada konsultan dan Disdik dalam rapat dengar pendapat (RDP),” bebernya.

Selain itu, katanya, beberapa kepala sekolah juga mengungkapkan, pengadaan rangka baja juga diarahkan oleh oknum Disdik Tapsel yang juga Ketua Panitia Pelaksana DAK. Bahkan, sudah dibuat surat perjanjiannya dan ditandatangani di Kantor Disdik, namun dalam surat perjanjian tersebut masih kosong atau tidak ada dibuat perincian biaya yang harus dikeluarkan oleh sekolah dengan pengusahanya berasal dari Medan.

Baca Juga :  STAIN P. Sidimpuan Terima 917 Mahasiswa Baru

“Jelas, ini kan namanya sudah intervensi, apa oknum Disdik ini mau jadi agen rangka baja. Padahal kan pelaksanaan DAK itu swakelola, ini sudah melanggar Permendiknas Nomor 3 Tahun 2009 tentang Juknis, tidak ada intervensi, semuanya menjadi wewenang sekolah dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur PT TSM Jogi Hutasuhut yang dikonfirmasi MedanBisnis, membantah hal tersebut. Namun dirinya mengakui jika ada penawaran resmi kepada sekolah yang mau mengadakan kerja sama dalam pengadaan rangka baja dan mobiler lainnya, melalui Manajer PT TSM atas nama Zulfan.

Ditegaskannya, bahwa tidak ada yang bernama Dedi Rangkuti di PT TSM. Untuk itu dirinya meminta kepada Kepsek untuk tidak mempercayainya dan jika pun ada personel PT TSM yang datang mengajukan kerja sama resmi adalah atas nama Zulfan. Selain itu dirinya mengakui, sudah banyak yang berkeluh kesah atas pencatutan nama PT TSM dalam pengadaan kerja sama pengadaan rangka baja maupun lainnya dan pihaknya akan mencari tahu siapa oknum tersebut untuk diminta pertanggungjawabannya.

“Kalau ada sekolah yang mau kerja sama kita syukur, karena memang ada tim kita yang dipimpin saudara Zulfan manajer PT TSM yang langsung melakukan penawaran resmi ke sekolah-sekolah dan yang namanya Dedi Rangkuti itu tidak ada di PT TSM ini. Sudah sering dan banyak yang mencatut nama kita, tapi kita belum tahu siapa orangnya dan kalau tahu akan kita mintai pertanggungjawabannya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Disdik Paluta Gelar Hari Guru Nasional

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/12/kepsek-dipaksa-beli-material-bangunan-dari-satu-perusahaan/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*