Kerja Sama Operasi PDAM Tirtanadi dengan Pemkab Madina Berakhir

Kerja Sama Operasi (KSO) pelayanan air bersih antara PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dan Pemkab Simalungun berakhir pekan lalu.

Demikian dikatakan Kepala Divisi Public Relation PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ir. H. Delviyandri, M.Psi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/8).

Dikatakan, untuk Pemkab Madina, penyerahan kembali KSO dilakukan Dirut PDAM Tirtanadi, Dr.Sjahril Effendy Pasaribu,M.Si, MA, M.Psi kepada Bupati Madina, H.Amru Daulay,SH di aula Kantor Bupati Madina di Panyabungan dihadiri unsur Muspida setempat, Selasa (27/7).

Bupati Amru Daulay menjelaskan, pada tahun 1999 saat terbentuknya Kabupaten Mandailing Natal pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan, kondisi pelayanan air bersih di Kota Panyabungan sangat memprihatinkan. Kemudian Pemkab Madina melakukan KSO pelayanan air bersih dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melalui PDAM Tirtanadi Cabang Madina. Yakni meliputi Kota Panyabungan, Kecamatan Siabu, Kotanopan dan Kecamatan Natal Kayu Laut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dalam pengembangan air bersih di Madina. Saat KSO ini dilakukan jumlah pelanggan air bersih masih sekitar 290 pelanggan, tapi saat ini sudah mencapai 1.468 pelanggan (sekitar11 tahun dari 25 tahun KSO), dan pertambahan pelanggan ini akan terus meningkat,” ujarnya.

Dirut PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Sjahril Effendy Pasaribu mengucapkan terima kasih atas dukungan stakeholder di Kabupaten Madina sepanjang kerja sama ini berlangsung, terutama pada PDAM Tirtanadi Cabang Madina.

Baca Juga :  Pantaskah PT.Sumatera Sylva Lestari Sebagai Suatu Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri Bertahan, Tumbuh Dan Berkembang Di Bumi Padang Lawas ???

Diharapkannya dengan dikembalikan PDAM ini kepada Pemkab Madina akan lebih cepat lagi pertumbuhan dan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama dalam pencapaian target MDG’s pada tahun 2015 untuk perkotaan minimal 80 persen dan pedesaan 60 persen sudah terlayani akses air bersih kepada masyarakat.

Berjalan 12 Tahun

Sementara penyerahan kembali KSO untuk Pemkab Simalungun dilakukan Kamis (29/7) lalu. Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 1998 (berjalan 12 tahun dari 25 tahun KSO).

KSO meliputi pelayanan air bersih di Kota Parapat dan pelayanan sarana air limbah rumah tangga di Kota Parapat. Pengembalian KSO ini hanya untuk air bersih, sementara untuk pelayanan air limbah rumah tangga masih ditangani oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dilakukan mengingat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih meminta PDAM Tirtanadi untuk tetap terlibat dalam pelestarian Danau Toba.

Penyerahan kembali KSO ini dilakukan Dirut PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Sjahril Effendy Pasaribu kepada Bupati Simalungun Drs.Zulkarnaen Damanik,MM, di aula Kantor PDAM Tirta Lihou Simalungun.

Jumlah pelanggan air bersih pada saat KSO sekitar 500 pelanggan dan saat ini sudah mencapai 2.700 pelanggan. Jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan target MDG’s. “Dengan dikembalikannya PDAM Tirtanadi Cabang Parapat ini kepada Pemkab Simalungun diharapkan kinerja PDAM Tirta Lihou Simalungun menjadi lebih baik,” kata Delviyandri.

Baca Juga :  Diduga Terima Suap Rp 1 M, Bupati Mandailing Natal Ditangkap KPK

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64412:kerja-sama-operasi-pdam-tirtanadi-dengan-pemkab-madina-berakhir&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*