Kerjasama Perdagangan – Obama Puas dengan Perjanjian Lion Air-Boeing

Varian terbaru Boeing 737 MAX yang akan dibeli Lion Air.

NUSA DUA, KOMPAS.com- Presiden AS Barack Obama mengaku sangat puas dengan perjanjian pembelian 230 pesawat Boeing B-737 oleh maskapai penerbangan nasional Indonesia Lion Air. Perjanjian itu dia saksikan langsung di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (18/11/2011), di sela-sela persiapan KTT Asia Timur.

Seperti diberitakan, Lion Air akan membeli 230 unit pesawat B-737 generasi terbaru, yang terdiri atas 201 unit B-737 MAX, 29 B737-900ER, dan mendapatkan hak pembelian tambahan 150 unit B-737 yang belum dirinci variannya. Total pembelian 230 pesawat B-737 tersebut mencapai 21,7 miliar dollar AS (sekitar Rp195,2 triliun), yang merupakan pesanan pesawat terbesar dalam sejarah Boeing, baik dalam jumlah total pesawat maupun nilai dollarnya.

Menurut Obama, perjanjian ini merupakan salah satu contoh luar biasa dari peluang investasi perdagangan dan komersial yang ada di kawasan Asia Pasifik.

“Beberapa hari terakhir ini, saya telah berbicara tentang bagaimana memastikan kehadiran kami di wilayah ini, yang dapat langsung berkaitan dengan lapangan pekerjaan di negara kami. Dan apa yang kita lihat di sini, kesepakatan bernilai miliaran dolar antara Lion Air, salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat tidak hanya di wilayah ini, namun di dunia, dan Boeing, akan menghasilkan lebih dari 100.000 pekerjaan di Amerika Serikat untuk jangka waktu panjang,” tutur Obama dalam siaran pers yang diedarkan Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Obama menambahkan, Pemerintah AS dan Ex-Im Bank, pada khususnya, menjadi kunci dalam memfasilitasi kesepakatan ini. “Ini merupakan salah satu contoh bagaimana kami akan mencapai tujuan jangka panjang yang saya tetapkan, yaitu meningkatkan ekspor AS sebanyak dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan,” tandas Obama, yang akan menghadiri KTT ASEAN-AS petang ini dan KTT Asia Timur besok pagi.

Baca Juga :  Surya Paloh Resmi Mundur dari Golkar

Presiden Obama melanjutkan, perjanjian pembelian seperti ini juga merupakan contoh situasi menang-menang (win-win). “Penumpang di kawasan ini akan memperoleh manfaat dari maskapai penerbangan yang baik. Selain itu, para pekerja kami di AS akan dapat memperoleh keamanan pekerjaan dan dapat menghasilkan produk yang bagus buatan Amerika,” ungkap Obama dengan nada puas.

 

Mesin baru

Perjanjian ini pun memuaskan pihak Boeing. “Kami bangga Lion Air memilih B-737 sekali lagi, yang makin mempererat kemitraan sukses kami selama ini,” tandas Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Jim Albaugh. Lion Air adalah maskapai pengguna pertama varian B-737-900ER di dunia dan kini, kata Albaugh, maskapai itu akan menjadi maskapai Asia pertama yang memesan B-737-MAX.

B-737 MAX adalah varian terbaru pesawat penumpang jarak menengah Boeing, yang akan menggantikan generasi B-737 NG (Next Generation). B-737 MAX akan dikembangkan dari varian yang sudah ada, yakni B-737-700, B-737-800NG, dan B-737-900ER. Di Indonesia, varian B-737-800NG dioperasikan oleh maskapai Garuda Indonesia.

B-737 MAX akan dilengkapi mesin terbaru CFM International LEAP-1B yang lebih hemat bahan bakar 10-12 persen dibanding mesin pesawat sejenis yang paling efisien saat ini, dan menawarkan biaya operasi yang 7 persen lebih rendah. B-737 MAX adalah jawaban Boeing atas pengembangan Airbus A320neo.

“Pesawat 737 MAX akan menjadi masa depan Lion Air. Pesawat berteknologi tinggi dan sangat efisien ini akan membantu Lion Air mempertahankan harga tiket yang rendah dan memungkinkan kami membuka tujuan-tujuan baru karena pesawat ini memiliki daya jelajah yang lebih besar,” tutur Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana, seperti dikutip dalam siaran pers Boeing.

Baca Juga :  Muslim Aid Indonesia Menyalurkan Ratusan Hewan Kurban Untuk Delapan Provinsi di Indonesia

Hingga saat ini, pesanan B-737 MAX sudah mencapai 700 pesawat, sementara generasi B-737 NG sudah dipesan hingga lebih dari 6.000 unit. Sebanyak 3.800 unit di antaranya sudah dikirim ke pemesan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*