Kerusakan Jalinsum Sipirok-Padangsidimpuan KM 5 Kian Parah

Rabu, 17 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Rawan Laka, Dalam 1 Jam Puluhan Kendaraan Terperosok ke Lubang Jalan
Lubang di badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Padangsidimpuan (Psp) KM 5, tepatnya di sekitar Tor Sibohi Nauli (TSN) Hotel Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, merupakan salah satu titik jalan yang rawan kecelakaan.

AMRAN POHAN-SIPIROK

Salah seorang warga setempat, Sahat Siregar, kepada METRO Senin (15/2) lalu, menyebutkan, kondisi lubang di badan jalan semakin membahayakan kala malam hari dan hujan turun. Pasalnya, posisi jalan berlubang tersebut sulit dilihat kendati pun dari jarak yang dekat karena penerangan yang terbatas.

“Kondisi jalan tersebut semakin membahayakan pengguna jalan, sebab letaknya berada persis di tanjakan, baik dari arah Sipirok maupun arah Psp. Sehingga posisi lubang nyaris tidak tampak oleh pengendara dari jarak 15 meter. Akibatnya, sejumlah kendaraan sering terperosok ke lubang,” ujarnya.

Sahat menambahkan, meski sudah dibuat tanda-tanda di kiri kanan jalan yang rusak bahwa jalan tersebut berlubang, tapi kalau malam hari, bagi pelintas yang baru sekali melintas tidak akan menyangka kerusakan jalan hampir memanjang di jalan dengan ke dalam lubang antara 10 sampai 15 centimeter bahkan sampai 20 centimeter.

Seperti Senin (15/2) lalu, sekitar 1 jam saja sekitar 10 mobil dan 2 sepeda motor mengalami benturan keras akibat kenderaan terperogok ke dalam lubang.

Baca Juga :  Tower Telkomsel Rusak, Pelanggan Tak Bisa SMS dan Telepon

“Setiap yang terperogok merupakan pengendara yang baru pertama sekali melaluinya, kalau yang sudah sering lewat memang selalu mengelak,” ujarnya.

Dikatakan Sahat, akibat kondisi jalan yang berlobang tersebut, banyak pengendara yang terjungkal baik roda dua maupun roda empat. Rata-rata diakibatkan tidak menduga adanya lubang yang cukup dalam. “Hampir setiap hari ada saja terjadi pengendara yang terjungkal di sini, apalagi malam hari semakin rawan, paling sering sepeda motor,” terangnya.

Dengan kondisi jalan yang mengundang maut tersebut, Sahat yang juga aktivis LSM LP2TS mengimbau, agar para pengguna jalan lebih waspada melintas di lokasi tersebut apalagi ketika hujan dan malam hari. “Pengguna jalan harus lebih berhati-hati, dan pemerintah melalui instansi terkait harus mengambil kebijakan, meskipun hanya sekadar menimbun fasilitas umum tersebut agar tidak membahayakan masyarakat,” tegasnya. (***)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. habis manis sepah dibuang. habis raja inal selamat tinggal sipirok. itulah sekarang yang katanya otonomi daerah yang tujuannya pemerataan pembangunan sampai pedesaan. namun kita lihat mentang2 pejabat TAPSEL masih berkedudukan alias nebeng di kota dan menikmati fasilitas daerah lain (padang sidempuan), sementara rakyat harus bersusah payah melewati jalan penuh dengan lobang dan bebatuan. janji-jani terabaikan dan pilkada 2010-2015 akan berlangsung akan muncul lagi janji-janji baru. selamat bagi rakyat sipirok yang akan terbuai dengan janji aparat penipu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*