KETA KU SIPIROK (bag-3): KEMISKINAN STRUKTURAL

Oleh: Shohibul Anshor Siregar *)
Bagian #3 dari 7 Tulisan
Baca bagian sebelumnya:

  • KETA KU SIPIROK (bag-1): LUKISAN SEORANG SENIMAN
  • KETA KU SIPIROK (bag-2): SEJUTA NAMA BESAR
%name KETA KU SIPIROK (bag 3): KEMISKINAN STRUKTURAL
Tetapi Ongku Parmonangan Hasibuan, Bupati yang menghalang-halangi pemekaran itu, dan yang pada pemilukada kemaren sebagai incumbent dikalahkan oleh pasangan Syahrul M Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar, tidak sudi dengan perwujudan ibukota di Sipirok itu

Poken Aek” (sebuah pasar kecil) di Sipirok adalah symbol kemiskinan structural. Begitu pendapat banyak orang. Kotanya dari tahun ke tahun tidak banyak berubah, bahkan setelah pun Raja Inal merangsang investasi besar-besaran dalam program yang ia sebua Martipature Hutana Be (Pasikap Kuta Kemulihenta).

Sambal Taruma (sejenis emping ubi) yang di Sidempuan disebut Karupuk sambal, kini sudah bermetomorfosis persis karupuak Sanjai made in Sumatera Barat. Nyaris tidak bias dibedakan lagi. Tor Sibohi yang digambarkan demikian tinggi oleh Nahum Situmorang, kini sudah berubah menjadi sebuah wilayah peristirahatan bagi pendatang yang secara ekonomi tampak begitu sulit berkembang.

Ada sebuah tuntutan kuat masyarakat Sipirok dalam kaitannya dengan pemekaran. Bagaimana agar Sipirok menjadi ibukota, bukan yang lain, seiring dengan pemakaran tahap ketiga (setelah Padangsidempuan dan Madina). Elit asal Sipirok

Kelihatannya berhasil memperjuangkan melalui UU Pemekaran daerah itu yang secara definitive menunjukkan ibukota Tapanuli Selatan itu Sipirok.

5230390965 258be6f038 KETA KU SIPIROK (bag 3): KEMISKINAN STRUKTURAL
Pasar Sipirok (by hantulaut - www.trekearth.com)

Tetapi Ongku Parmonangan Hasibuan, Bupati yang menghalang-halangi pemekaran itu, dan yang pada pemilukada kemaren sebagai incumbent dikalahkan oleh pasangan Syahrul M Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar, tidak sudi dengan perwujudan ibukota di Sipirok itu. Karenanya Aldinz Rapolo Siregar berkesimpulan bahwa Ongku Parmonangan Hasibuan hanya sibuk  wacana, dan tak ingin segera bertindak.  Maka berkelahilah mereka, dan beberapa bulan sebelum berakhirnya jabatan mereka, Aldinz Rapolo Siregar mengambil sikap membawa berkantor  Wakil Bupati Tapanuli Selatan bersama dirinya ke Sipirok.

Hari ini Aldinz Rapolo Siregar juga sebagai Wakil Bupati untuk Bupati yang berbeda. Kelihatannya ia tidak konsisten, karena sikanya yang membawa kantor wakil bupati bersama dirinya ke Sipirok tidak tampak paling tidak setelah beberapa bulan pemerintahan mereka. Karena itu sejumlah aktivis merasa wajar mempertanyakan Aldinz Rapolo Siregar.

Baca Juga :  KETA KU SIPIROK (bag-2): SEJUTA NAMA BESAR

Hal yang teroenting untuk dicatat dalam kaitan pemekaran dan segala bentuk implikasinya termasuk penunjukan Sipirok sebagai Ibukota, adalah sesuatu yang terkait dengan keyakinan politik bahwa dengan perpendekan rentang kendali pemerintahan akan semakin mudah pelayanan mewujudkan kesejahteraan. Semua orang percaya paradigma ini.

Karena itulah orang Sipirok melakukan perjuangan, dan sebagian ada yang sudah membuahkan hasil awal. Orang Sipirok pasti lebih cepat setuju jika dikatakan bahwa inilah surat terakhir yang ditandatangani oleh almarhum Abdul Aziz Angkat, Ketua DPRD Sumatera Utara yang meninggal dalam tragedi demo maut protap tanggal 3 Februari 2009.

Surat itu bertanggal 29 Januari 2009, bernomor 377/18/Sekr, ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara dengan tembusan Bupati Tapanuli Selatan dan Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan. Bunyi selengkapnya:

Butir pertama, Dengan hormat, sehubungan dengan surat Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor: 04/FKMKTS-01/2009, tanggal 6 Januari 2009, perihal: Pelaksanaan UU No 37 Tahun 2007 pasal 21 ayat 1 dan 2.

Butir kedua, Dari hasil pertemuan DPRD Provinsi Sumatera Utara dengan Forum Konsultasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan, maka dengan ini diminta kepada Saudara Gubernur Sumatera Utara untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan agar dapat mentaati dan melaksanakan pemindahan Ibu Kota Tapanuli Selatan yang berkedudukan di Sipirok merupakan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan sesuai pasal 1 dan 2 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2007.

Apa respon Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin?

(bersambung)

<span style=”color: #ff0000;”><em>Baca kelanjutannya</em></span>:
<ul>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-3): <strong>KEMISKINAN STRUKTURAL </strong>(release: <em>07 Desember 2010</em>)</li>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-4): <strong>KRISTALISASI PERLAWANAN </strong>(release: <em>14 Desember 2010</em>)</li>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-5): <strong>PERANG PERNYATAAN </strong>(release: <em>21 Desember 2010</em>)</li>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-6): <strong>SIMBOL PENYATUAN? </strong>(release: <em>28 Desember 2010</em>)</li>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-7): <strong>APA KATA BIROKRAT </strong>(release: <em>04 Januari 2010</em>)</li>
</ul>
<blockquote>*)Penulis: <em><span style=”color: #ff0000;”><strong>dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum ‘<a href=”http://nbasis.wordpress.com/nbasis/”>nBASIS</a>'</strong></span></em>
<img class=”alignleft” src=”http://apakabarsidimpuan.files.wordpress.com/2010/06/sohibul.jpg” alt=”” width=”59″ height=”84″ />n’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.</blockquote>
<div id=”_mcePaste” style=”position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;”>&lt;span style=”color: #ff0000;”&gt;&lt;em&gt;Baca kelanjutannya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; KETA KU SIPIROK (bag-3): &lt;strong&gt;KEMISKINAN STRUKTURAL &lt;/strong&gt;(release: &lt;em&gt;07 Desember 2010&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;</div>

Baca Juga :  Menanam Aren Untuk Kemakmuran Rakyat

(bersambung)

Baca kelanjutannya:

  • KETA KU SIPIROK (bag-4): KRISTALISASI PERLAWANAN
  • KETA KU SIPIROK (bag-5): PERANG PERNYATAAN
  • KETA KU SIPIROK (bag-6): SIMBOL PENYATUAN?
  • KETA KU SIPIROK (bag-7): APA KATA BIROKRAT (release: 04 Januari 2010)

*)Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum ‘nBASIS
sohibul KETA KU SIPIROK (bag 3): KEMISKINAN STRUKTURALn’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.

<span style=”color: #ff0000;”><em>Baca kelanjutannya</em></span>:
<ul>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-3): <strong>KEMISKINAN STRUKTURAL </strong>(release: <em>07 Desember 2010</em>)</li>
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Sekiranya ada pemihakan,kemiskinan struktural niscaya bisa ditanggulangi. Mazhab neolib memantangkannya hingga kini. Itu soalnya barangkali, tak cuma di Sipirok.

  2. Yah…, kemiskinan. Itulah yang tergambar dari Poken Aek. Dan jika hal ini masih tetap terjadi ketika Sipirok menjadi kabupaten (min 10 Tahun kedepan) alangkah malunya awa mengatakan bahwa Sipirok itu dikepalai oleh Bupati, kiranya gambar di atas bentuknya menjadi lebih bagus untuk beberapa tahun kedepan. Pangidoan dari hati paling dalam. Amin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*