KETA KU SIPIROK (bag-4): KRISTALISASI PERLAWANAN

Oleh: Shohibul Anshor Siregar *)
Bagian #4 dari 7 Tulisan
Baca bagian sebelumnya:

  • KETA KU SIPIROK (bag-1): LUKISAN SEORANG SENIMAN
  • KETA KU SIPIROK (bag-2): SEJUTA NAMA BESAR
  • KETA KU SIPIROK (bag-3): KEMISKINAN STUKTURAL
Ongku P. Hasibuan (mantan Bupati Tapanuli Selatan)

Atas nama masyarakat Sipirok sebuah lembaga juga menyurati Gubernur Sumatera Utara untuk perjuangan mendirikan Sipirok menjadi Ibukota Tapanuli Selatan. Mereka melanjutkan “perjuangan” dengan meminta kewibawaan Gubernur Syamsul Arifin. Mereka bermodalkan surat yang ditandatangai oleh Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat.

Atas desakan mereka, maka terbitlah surat Gubernur Sumatera Utara, bunyinya demikian:

Sehubungan dengan surat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Nomor 377/18/Sekr tanggal 29 Januari 2009 perihal Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007, yang merupakan tindaklanjut surat Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor 04/FKMKTS/01/2009 tanggal 6 Januari 2009 perihal Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 pasal 21 ayat (1) dan (2), untuk itu diminta kepada Saudara hal-hal sebagai berikut:

Butir pertama, Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara di Provinsi Sumatera Utara dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Padanglawas di Provinsi Sumatera Utara, maka segala ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang tersebut mempunyai konsekuensi yang mengikat, baik bagi Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara, Padang Lawas maupun Tapanuli Selatan.

Pertigaan Pasar Sipirok, lengkap dengan bus Sibualbuali yang lagi parkir (tatianak.wordpress.com)

Butir kedua, Sesuai pasal 21 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2007 yang mengatur tentang ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan berkedudukan di Sipirok dan dilaksanakan paling lama 18 bulan, untuk itu diminta kepada Saudara segera melaksanakan ketentuan dimaksud.

Baca Juga :  WILLEM ISKANDER

Butir ketiga, Melaporkan setiap perkembangan dan kemajuan penanganan perpindahan ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan ke Sipirok kepada Gubernur Sumatera Utara.

Surat bertanggal 18 Februari 2009, bernomor 130/1157 itu ditujukan kepada Bupati Tapanuli Selatan. Dibubuhi tandatangan Gubernur Sumatera Utara H.Syamsul Arifin, SE dan cap jabatan, diberikan juga tembusan kepada Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan di Padangsidempuan, dan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan di Medan.

Tanggal 6 Januari 2009 Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan melayangkan surat, tanggal 29 Januari direspon oleh Ketua DPRD Sumatera Utara, dan tanggal 18 Februari 2009 Gubernur Sumatera Utara memberi respon.

Apa respon Bupati Ongku P. Hasibuan?

(bersambung)

Baca kelanjutannya:

  • KETA KU SIPIROK (bag-5): PERANG PERNYATAAN
  • KETA KU SIPIROK (bag-6): SIMBOL PENYATUAN?
  • KETA KU SIPIROK (bag-7): APA KATA BIROKRAT (release: 04 Januari 2010)

*)Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum ‘nBASIS
sohibul KETA KU SIPIROK (bag 4): KRISTALISASI PERLAWANANn’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.

<span style=”color: #ff0000;”><em>Baca kelanjutannya</em></span>:
<ul>
<li> KETA KU SIPIROK (bag-3): <strong>KEMISKINAN STRUKTURAL </strong>(release: <em>07 Desember 2010</em>)</li>
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  KETERKAITAN BEBERAPA MUSIK TRADISI MANDAILING DENGAN TABU (Bagian – 3 Habis)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*