Ketegangan Berlanjut di Natal, Mapolsek Natal Dirusak Massa

Panyabungan (SIB)
Ketegangan di Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih terus berlanjut. Masyarakat Natal kecewa atas ketidakhadiran Bupati Madina H Amru Daulay SH ke Natal, meski Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno dan rombongan telah turun ke Natal untuk mengajak masyarakat berdamai.

Buntut dari ketidakpuasan dan ketidakpercayaan masyarakat, Kamis (29/4) massa merusak dengan melempari Mapolsek Natal. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka karena seluruh personil Polsek Natal beserta anggota keluarga dapat menyelamatkan diri.

Kapolsek Natal AKP Agus Maryana ketika dihubungi melalui telepon membenarkan adanya pengrusakan terhadap Mapolsek, seluruh personil beserta keluarga masih selamat. Sementara itu Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK melalui telepon mengatakan belum ada laporan resmi mengenai pengrusakan Mapolsek Natal oleh massa. Kapolres berjanji akan memberikan keterangan sesudah mendapat laporan sembari mematikan telepon selulernya.

Informasi yang dihimpun SIB hingga Kamis (29/4), kantor, mes, 2 unit mobil PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) di Patiluban dibakar orang tak dikenal. Pembakaran terjadi setelah adanya aksi saling sweeping antara warga Natal dan Lingga Bayu. Warga juga menghadang rombongan Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno ketika berkunjung ke daerah tersebut dengan cara memblokir jalan, karena ketidakikutsertaan Bupati Madina dalam rombongan.

Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno sekembalinya dari Natal Kamis (29/4) membenarkan rombongan sempat dihadang oleh warga dengan memasang batu dan kayu di tengah jalan supaya kenderaan tidak bisa lewat. Di tempat yang sama Bupati Madina H Amru Daulay SH berjanji akan berusaha menyelesaikan persoalan tapal batas antara Kecamatan Lingga Bayu dengan Kecamatan Natal, untuk bisa diselesaikan selama dua bulan. (T-9/m)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Alfred Riedl Ancang-Ancang Hengkang

1 Komentar

  1. Beginilah jadinya kalo pemimpin tidak cepat tanggap dengan permasalahan yang diterjadi di masyarakat. mereka sibuk mengurus kepentingan pribadinya, sehingga permasalahan rakyat tidak di respon.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*