Keterlambatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Madina akibat Distributor Bermasalah

Panyabungan, (Analisa)

Adanya keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebabkan pihak salah satu distributor bermasalah. Dengan keterlambatan administrasi pembayaran kepada pihak PT Pusri sebagai produsen.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemkab Madina Taufik Zulhendra Ritonga kepada wartawan, baru-baru ini terkait dengan keluhan beberapa petani tentang kelangkaan pupuk bersubsidi.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Mandailing Natal ada dua distributor penyalur pupuk bersubsidi dari PT Pusri yaitu UD Mitra Tani dan PT Puskud. “Dua distributor inilah yang dipercaya Pusri untuk menyalurkan pupuk kepada kelompok tani, dengan pembagian wilayah masing-masing,” jelasnya.

Sementara katanya, proses untuk RDKK dari kelompok tani untuk tahap ini tidak ada masalah, akan tetapi yang bermasalah ada pada PT Puskud. sedangkan UD Mitra Tani untuk wilayahnya tidak ada masalah.

“Sejauh ini yang bermasalah kelangkaan pupuk terjadi pada wilayah PT Puskud, karena keterlambatan melakukan pembayaran kepada Pusri. Memang kita ketahui Puskud ini sudah profesional akan tetapi mungkin manajemen yang di Madina yang lemah,” ujarnya.

Ketika disinggung apa upaya yang dilakukan Pemkab Madina, Taufik menjelaskan, dengan menyurati Pusri terkait dengan keterlambatan ini.

“Kalau ke Puskud kita tidak ada wewenang karena yang berhubungan langsung itu adalah Pusri dengan Puskud. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian dan Peraturan Menteri Perdagaangan Tahun 2009 bahwa yang berwenang mengangkat dan memberhentikan distributor adalah Pusri,” katanya.

Baca Juga :  Masih 50 Persen Pelaksanaan PNPM-MP di Sipirok

Terkait dengan kenaikan harga pupuk bersubsidi Taufik mengakui kenaikan harga Rp. 400 per kilogramnya. Ini sesuai dengan Permentan No 32 / Permentan / SR.130 / 4 / 2010 tertanggal 9 April 2010 tentang perubahan kebutuhan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi.

“Kanaikan harga itu untuk Pupuk Urea dari Rp.1.200 menjadi Rp.1.600 / Kg, SP 36 menjadi Rp.2.000 / Kg, ZA Rp.1.400 / Kg, NPK Rp.2.300,NPK Kujun Rp.2.300 dan Pupuk Organik Rp.700 / Kg. harga ini berlaku sejak tanggal 9 April 2010. sedangkan untuk jatah Madina semula pupuk Urea 4.677 Ton terjadi revisi naik menjadi 6.677 Ton dengan luas lahan sesuai pagu berjumlah 19.450 Ha dengan 3.181 Kelompok Tani,” katanya. (sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*