Ketua DPRD: Penetapan Tersangka Kasus PS Sidimpuan Rp2,7 M Kita Tunggu 22 Juli

Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan (Psp) akan menetapkan tersangka kasus dugaan manipulasi dana dan data di tubuh PS Sidimpuan yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,7 miliar pada tanggal 22 Juli mendatang. DPRD Psp pun akan menunggu siapa yang akan ditetapkan korps Adhyaksa tersebut menjadi tersangka.

“Selain kita di DPRD, masyarakat juga menunggu kepastian siapa yang akan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus PS Sidimpuan seperti yang diucapkan pihak Kejari Psp. Karena kita semua butuh kepastian akan kejelasan kasus tersebut,” kata Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi SE, kemarin (9/7).

Diutarakan Aswar, dalam penangaan proses hukum kasus dugaan korupsi, bagi siapa saja nantinya tidak terbukti bersalah maka namanya harus direhabilitasi. Sedangkan bagi yang dinyatakan bersalah maka harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia .

“Kita berharap kejelasan kasus ini. Namun begitupun kita berharap nantinya jika dalam proses hukum orang-orang yang sudah dipanggil atau dalam kata lain sudah ditetapkan menjadi tersangka ternyata tidak terbukti, agar namanya direhabilitasi kepada publik. Sedangkan yang memang bersalah, harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum. Kita sangat mendukung kinerja aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah kasus PS Sidimpuan dan kasus dugaan korupsi lainnya di Pemko Psp,” harap politis Partai Demokrat ini mengakhiri.

Sebelumnya Ketua Fraksi Demokrat (FD) DPRD Psp H Khoiruddin Nasution SE beberapa waktu lalu meminta Kejari Psp dalam menetapkan tersangka kasus dugaan manipulasi dana dan data di tubuh PS Sidimpuan harus aktor utamanya, jangan pemain kelas teri atau kacangan.

Baca Juga :  Lagi - Lagi Purba Sinomba Meraih Trophy Patuan Di Laut Cup Yang Ke-3 Setelah Mengalahkan Bintang Muda 2 - 1

“Jangan yang kecil-kecillah, karena yang kecil-kecil ini hanya disuruh dan bentuk loyalitasnya kepada atasan. Tapi aktor utamanyalah yang harus ditetapkan menjadi tersangka. Kita dan juga masyarakat Psp berharap Kejari Psp nantinya saat penetapan tersangka benar-benar sesuai dengan harapan kita bersama dan warga Psp,” ujar H Khoiruddin Nasution SE beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kajari Psp Indransyah Johan melalui Kasi Intel Polim Siregar SH kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, kasus dugaan manipulasi dana dan data di tubuh PS Sidimpuan akan ditingkatkan statusnya dan akan segera ditetapkan tersangkanya pada tanggal 22 Juli mendatang. Dalam penetapan tersangkanya, Kejari Psp akan melakukan ekspos kepada publik.

Dalam kasus ini sejumlah pejabat yang duduk di kepengurusan PS Sidimpuan (sebelum tahun 2008 bernama PSKPS, red) yang notabene merupakan pejabat dan mantan pejabat teras di Pemko Psp, telah dimintai keterangannya terkait dugaan manipulasi dana dan data di PS Sidimpuan yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,7 miliar. Rinciannya tahun 2008 sebesar Rp2 miliar, dan tahun 2009 sebesar Rp740 juta.

Selain itu Polim juga menyebutkan, pelanggaran atau perbuatan yang melawan hukum dalam kasus PS Sidimpuan ini salah satu di antaranya adalah dugaan adanya kesalahan dalam kontrak pemain.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Penetapan_Tersangka_Kasus_PS_Sidimpuan_Rp27_M

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  HMI Sumut: Tuntaskan kasus CPNS Paluta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*