Ketua Komisi-1 DPRD Tapsel Curi Kayu PT. PLS di Areal PT. OPM

PT. OPM, Dishut dan Polres Tutup-Mata

14399981c31f4d73ab96ef39747962182b5ae7a2 Ketua Komisi 1 DPRD Tapsel Curi Kayu PT. PLS di Areal PT. OPM
Sisa kayu Pt. PLS dalam areal kebun ANJ Agri di Paraupan

Simaronop-AKS.com, Yan Haris Tambunan, anggota Partai Buruh yang jadi Ketua Komisi-1 Hukum/Pemerintahan di DPRD Tapsel baru-baru ini terungkap kasusnya mencuri kayu IPK Pt. Panei Lika Sejahtera (PLS) yang berada dalam areal HGU Sawit Pt. Ondop Perkasa Makmur (OPK) yang kini bernama Pt. Austindo Nusantara jaya ANJ) Agri di Paraupan dan menyelundupkannya ke Kota Padangsidimpuan (Psp).

Awal terbongkarnya kelakuan sifat serakah oknum Ketua Komisi-1 DPRD Tapsel tsb ketika medio Juli lalu beberapa anggota Sat Reskrim Polres Tapsel menangkap 2 truk Colt Diesel no. pol: BK-8619-CJ dan BA-9065-XX di Dusun Simaronop Kecamatan Angkola Selatan, yang sedang angkut ratusan batang kayu olahan tanpa dokumen, beserta supirnya Sahnan dan Saiful warga Desa Sibatu Kec. Psp Selatan.

Kedua supir dan kenek akui kayu tsb dimuat dari dalam areal kebun Pt. ANJ Agri di Paraupan, dan sudah berulang kali diselundup ke Kota Psp untuk ditadah Panglong UD Masanya di Kelurahan Sadabuan. Keud truk dan supir beserta kenek sempat 2 malam di Polres Tapsel. Namun kemudian terlihat Ketua Komisi-1 DPRD Tapsel Yan Haris Tambunan didampingi Muhammad Harahap mantan humas Pt. PLS yang sudah dipecat, kasak-kusuk ke rumah Kasi Pemetaan Dishut Tapsel, Seginda Pasaribu di Kelurahan Batunadua. Ujung-ujungnya kedua supir dan kenek beserta 2 truk berisi kayu illegal tsb dilepas Polres Tapsel.

Setelah hampir sebulan bebrapa aktifis lsm dan pers menguber para pejabat dan pengusaha terlibat, hampir semua gagal tak bisa ditemui. Ketua Komisi-1 DPRD, Yan haris Tambunan tak pernah lagi masuk ke Kantor DPRD, ponselnya pun tak aktif, Kadishut Tapsel Syahgiman Siregar idem dito, mantan humas Pt PLS Muhamad Harahap sami mawon. Begitu pula mantan perwakilan Pt. PLS, Herry Jusman bungkem melempem. Pihak ANJ Agri yang sudah rahasia umum peliahara beberapa pejabat seperti Ketua Komisi-1 DPRD Tapsel menjadi anteknya, juga mengelak. Usaha konfirmasi ke basevamp di Sibara-bara selallu dihadang pos satpam di Dusun Janji Matogu, dengan dalih mengada-ada, mesti ada izin Komisaris Utama ANJ Agri, George Tahiya yang berdomisili di negara Australia.

Baca Juga :  Jika Sarasi Menang, Masyarakat Raniate Siap Batalkan Niat Bergabung dengan Kabupaten Madina
14399984ddfdc165896b42af030b517b66ecf6ad Ketua Komisi 1 DPRD Tapsel Curi Kayu PT. PLS di Areal PT. OPM
Kayu IPK Pt. PLS dicuri jadi jembatan kebun Pt. ANJ Agri

Cuma staf bawahan di Polres Tapsel, SB Siregar yang telah menerima pendelegasian wewenang beri keterangan pers dari Kapolres AKBP Subandriya dan Kasatreskrim AKP Lukmin Siregar, balik menantang. “Bagi Polres, kayu tsb berasal dari loasi Blok 3—31 areal HGU Pt. ANJ Agri yang berstatus APL (areal penggunaan lain) yang tidak terkena sanksi hukum UU No. 41/1999 tentang kehutanan.Kalau benar pemilik Pt. PLS sekarang ini seperti komisaris Budianto alias Aseng Naga dan direktur Prianto merasa keberatan, silahkan datang ke Polres untuk mengadu”, ketua SB Siregar.

Lebih jauh, Bintara SB Siregar mengungkap, “Saya lihat ANJ Agri banyak mengolah kayu bulat sisa IPK Pt. PLS untuk timbun jalan dan bangun jembatan, tokh aman-aman saja”, celoteh SB Siregar.

Konfirmasi terakhir ke Herry Jusman juga tetap tak dijawab. Sebaliknya Budianto alias Aseng Naga komisaris Pt. PLS memaparkan kasus lebih besar yang menjadi prioritas dibongkar. “Kasus Kadishut Syahgiman Siregar bersama mantan perwakilan Pt. PLS, Herry Jusman dan mantan Bupati Ongku Hasibuan yang menggelapkan bank garansi IPK Pt. PLS sebesar Rp. 11 milyar yang saya adukan sejak akhir tahun 2010 lalu, sudah hampir tuntas penyidikannya di Poldasu. Tinggal hanya menunggu pemeriksaan kesaksian Kadishutpropsu JB Siringo-ringo medio September nanti”, tutur Budianto.

“Soal barang bukti perkara yaitu kayu sisa IPK Pt. PLS yang dicuri ANJ Agri dan anteknya Yan Haris Tambunan, akan menjadi perkara lanjutan”, ujar Budianto dan Prianto. ( Morniffemail)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dana tunjangan guru penghasilan di PALUTA belum cair

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*