Ketua MPR: Pidato Prabowo Memalukan Demokrasi

Calon Presiden dari nomor urut 1 Prabowo Subianto saat melakukan pernyataan sikap di rumah Polonia, Jakarta, 22 Juli 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

Jakarta – Ketua Majelis Permusyarakatan Rakyat Sidarto Danusubroto mengatakan pidato calon presiden Prabowo Subianto mempermalukan wajah demokrasi Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan menolak pelaksanaan Pemilihan Presiden yang menurut dia telah cacat hukum. Ia pun menyatakan menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.

Sidarto mengatakan, pernyataan Prabowo ini telah mengacaukan pelaksanaan pemilu. “Padahal selama ini proses peralihan kepemimpinan Indonesia berjalan dengan lancar,” kata Sidarto di depan gedung KPU, Selasa, 22 Juli 2014.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengaku datang diundang oleh KPU ini mengatakan, demokrasi Indonesia sudah dapat banyak pujian dari negara lain dan banyak yang mencontohnya.

Selain itu, Sidarto yang mengaku mengikuti proses pengumuman hasil pilpres dari televisi ini, mengatakan jika ada suatu masalah yang belum tertampung bisa ajukan ke Mahkamah Konstitusi. “Saya harap berjalan dengan lancar,” kata dia./TEMPO.CO

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Yang berarti merusak demokrasi yang tengah kita bangun. Juga merugikan dirinya sendiri yang semestinya pantas untuk disebut sebagai negarawan.

  2. Demokrasi semakin mundur karena adanya pemaksaan kehendak, lain kali KPU harus selektif dong terhadap capres, jangan asal terima aja terhadap capres yang tidak jelas status hukumnya apalagi terkait pelanggaran ham tahun 1998

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*