Ketua Panita Lelang Simulator SIM Jelaskan Keterlibatan Sejumlah Anggota DPR

AKBP Teddy Rusmawan berada di ruang tunggu untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2013). Teddy diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua panita lelang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan menyebut sejumlah nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menurutnya diberikan dana oleh Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo.

Selain mantan Bendahara Umum Partai Demokat Muhammad Nazaruddin, Teddy menyebut nama Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond Mahesa, dan Herman Herry.

“Katanya, ketuanya Nazaruddin itu, tapi yang hadir memang bukan Nazaruddin saja, yang hadir pada saat itu di Basarah ada Nazar, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmod, Pak Herman, dengan… itu saja,” ungkap Teddy dalam persidangan kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Menurut Teddy, dia diperintahkan Djoko untuk mengantarkan uang ke anggota DPR. Perintah ini, kata Teddy, sesuai dengan arahan Muhammad Nazaruddin yang menawarkan anggaran Rp 600 miliar untuk Kepolisian. “Ted, kamu antarkan ke sana, saya ditemanin ajudan dia wasis itu, gunakan mobilnya wasis, karna pertama kali bertemu di Basara,” tutur Teddy menirukan perintah Djoko kepadanya.

Baca Juga :  Serahkan Urusan Sertifikasi Halal kepada Masyarakat!

Teddy pun mengantarkan uang senilai Rp 4 miliar yang dibungkus dalam empat kardus tersebut. Menurutnya, uang diterima di Plaza Senayan oleh sopir dan ajudan Azis serta Bambang. “Yang di Plaza Senayan diterima oleh, jadi sopir dan ajudan yang ngambik di lantai berikutnya. Jadi di bawah saya bertemu dengan Aziz dan Bambang, memerintahkan sopir dan ajudannya untuk naik ke situ,” tutur Deddy.

Sebelum penyerahan uang, Teddy sudah berkomunikasi dengan anggota DPR itu melalui BlackBerry Messenger (BBM). “Sudah BBM dulu Pak, jadi tadinya kita bertemu di restoran dekat bioskop tapi karena penuh, kita pindah ke bawah itu pak, dekat parkian, ada café, bapak-bapak itu sudah ada di situ,” katanya.

Kepada majelis hakim, Teddy mengaku tidak tahu tujuan pemberian uang itu. Saat dicecar anggota majelis hakim mengenai sumber dana tersebut, Teddy menduga uang untuk anggota DPR itu merupakan uang pribadi Djoko. “Kalau uang lantas kan di APBN, enggak ada yang untuk dibagi-bagi ke DPR, jadi ya uang pribadi mungkin Pak,” ucapnya.

Adapun Aziz, Bambang, dan Herman, pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus simulator SIM. Sebelum pemeriksaan mereka, Nazaruddin mengatakan kepada wartawan kalau Aziz, Bambang, dan Herman menerima uang dari proyek simulator SIM. Namun tudingan itu dibantah Bambang.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Timur Pradopo Resmi jadi Kapolri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*