KETUA PANITIA DAK REHAB SD DIDOMINASI OLEH KELUARGA BUPATI DAN WALIKOTA

%name KETUA PANITIA DAK REHAB SD DIDOMINASI OLEH KELUARGA BUPATI DAN WALIKOTASumber: www.infocoruption.wordpress.com (10 Desember 2008)

Padangsidimpuan, ( Info)

Aneh memang kedengaran , jika pengangkatan salah satu jabatan diberikan kepada seseorang dilandaskan kepada azas nepotisme , maka hasil yang akan diperoleh dalam suatu program atau sistm tersebut akan terlihat lebih rakus dan amburadul.

Sebagai contoh, dari hasil pengamatan wartawan di dua daerah tingkat II yang berdekatan dan mempunyai kemiripan kultur yang sama, yakni Kota Padangsidimpuan dan Kab.Tapsel. Memperlihatkan bahwa kedua pemerintahan ini dalam melakukan pengangkatan jabatan Ketua Panitia Rehabilitasi Sekolah Dasar yang dananya bersumber dari DAK Non DR bidang Pendidikan TA. 2009 didasarkan kepada besarnya pengaruh unsure nepotisme.

Di Dinas Pendidikan Tapsel menurut sumber yang diterima wartawan mengatakan bahwa yang menduduki jabatan sebagai Ketua Panitia Rehab Sekolah ini dijabat oleh family dekatnya Bupati Tapsel yang bernama Hj.Masni Harahap. Beliau disebut-sebut punya hubungan dengan Bupati Tapsel Ir.Ongku.P. Hasibuan dikarenakan suaminya merupakan saudaranya Bupati.

Untuk jabatan Ketua Rehab SD di Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan diserahkan kepada Basyir Siregar yang juga family dekatnya Walikota Padangnsidimpuan . Beliau dulunya menjabat sebagai kepala sekolah SD , kini setelah mendekati waktu penggunaan anggaran Rehab SD dana DAK, maka beliau diangkat menjadi Kasubdin TK/SD sekaligus menjadi Ketua Panitia Rehab SD tersebut.

Hasil dari nepotisme tersebut membuktikan bahwa kedua oknum ini kurang menguasai materi-materi pokok pelaksanaan proyek rehab SD tersebut. Semisal Masni Harahap, kurang mengetahui perhitungan-perhitungan Pengalokasian Anggaran per sekolah penerima DAK berdasarkan ketentuan perhitungan IKK , sehingga menyebabkan 5 Sekolah Dasar batal menerima alokasi dana tersebut.

Baca Juga :  Tuntut Proses Hukum Kepala Desa Dihentikan - Ratusan Warga Datangi Kantor Kejari Gunung Tua

Sementara itu, Ketua Panitia Rehab SD Kota Padangsidimpuan Basyir Siregar juga terkesan ling-lung tak menguasai kinerjanya , menyusul ketidaktahuannya atas nama-nama sekolah penerima dana DAK tersebut.

Timbul pertanyaan, kenapa yang menjabat sebagai ketua Panitia Rehabilitasi SD tersebut digandrungi oleh family-nya para kepala daerah?

Salah seorang aktifis LSM Muhammad Abduh Siregar , memberikan asumsi , hal ini dimungkinkan karena beberapa faktor. Semisal besarnya jumlah dana yang akan dikelola hingga mencapai miliaran rupiah . Besarnya kemungkinan intervensi terhadap pelaksanaan proyek tersebut dengan melakukan intimidasi kepada kepala-kepala sekolah selaku pengguna anggaran dengan melakukan pengungjukan rekanan / pemborong yang berkedok sebagai kepala tukang.

Kata Abduh, meskipun pantia rehab SD ini berkilah tidak pernah melakukan intervensi untuk menentukan siapa-siapa yang akan mengerjakan proyek ini di luar kepala sekolah. Namun kenyataan yang kita peroleh di lapangan menyebutkan bahwa pelaksana proyek ini bukan kepala sekolah, melainkan orang-orang yang berasal dari daerah lainnya yang sehari-harinya dikenal sering ke dinas pendidikan yang berubah wujud sebagai kepala tukang. Mereka bisa saja bertamengkan kepala tukang, tapi apakah kepala tukang di seputaran sekolah itu tidak tukang yang ahli yang bisa dijadikan sebagai kepala tukang? Kenapa orang-orang yang sering berkecimpung di Dinas Pendidikan tiba-tiba saja jadi kepala tukang?, tanya Abduh. (***)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bayi Usus Terburai dari Ds. Rimba Soping Akhirnya Meninggal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*