Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Mandailing Natal; Copot PNS Terlibat Kampanye

Senin, 14 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Mandailing Natal (Gema Madina), Tan Gozali Nasution

MADINA-METRO; Jelang pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kabupaten Mandailing Natal yang akan digelar tahun depan, oknum-oknum pegawai negeri sipil atau PNS dituntut netral dan tidak terlibat politik praktis baik sebagai tim sukses dan tim pemenangan salah satu kandidat. Bila perlu PNS yang ikut kampanye sebaiknya dicopot dari jabatannya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Mandailing Natal (Gema Madina), Tan Gozali Nasution, didampingi sekretarisnya Roni Paruhuman Nasution kepada METRO di Panyabungan Minggu (13/12).

“Hal ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat dan juga menjadi penghambat bagian pelaksanaan tugasnya sebagai pemerintah,” ujar keduanya.

Gozali mengatakan, bahwa menjelang pilkada ini, para balon terus membina jaringan terhadap masyarakat untuk memberikan keyakinan bahwa dirinya adalah sosok pemimpin yang sebenarnya dan hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya baliho dan spanduk yang bertuliskan ‘Siap Membangun Madina’.

Para balon mendatangi daerah-daerah pedesaan dengan memberikan berjuta harapan kepada masyarakat. Hal ini dinilai Gozali, bahwa sosialisasi itu memang sepantasnya dilakukan para balon untuk mengenal kondisi masyarakat Madina.

“Sosialisasi dan silaturahmi adalah hal yang wajar saja sebagai wujud introduction kepada masyarakat, tetapi kalau orang yang menyukseskan para balon tersebut adalah pemerintah atau birokrat ini hal yang tidak benar,” sebut Gozali.

Dijelaskannya, sebagian balon ada yang ‘memanfaatkan’ pegawai pemerintah baik dari tingkat provinsi atau kabupaten untuk ikut membantu balon dalam menyukseskan diri di pilkada ini.

Baca Juga :  Hari Pertama Pengambilan Nomor Ujian 2.000-an Pelamar Berdesak-desakan

“Bahkan sosialisasinya itu dihari kerja lagi, kalau bisa Gubernur juga Bupati harus bisa tegas dalam mengambil sikap dan menegur pegawai atau pejabat tersebut, kalau bisa copot sekalian pejabat yang bolos dan menjadi tim pemenangan salah satu balon siapapun pejabatnya,” pungkasnya.

Kalau hal seperti itu terus berlanjut, sambungnya tugas-tugas pemerintah yang seharusnya dilaksanakan akan terbengkalai dan Gozali juga mengatakan bahwa pejabat atau PNS tidak seharusnya ikut menyukseskan salah satu balon tetapi harus bisa netral juga independen, karena siapapun nanti calon bupati yang menang supaya keloyalitasan tetap terjaga.

“Pejabat atau PNS seharusnya netral tanpa ikut menjadi tim pemenangan salah satu balon meskipun seumpama balon tersebut kepala atau atasannya secara struktural di kantor, tetapi ini bukan lagi persoalan atasan atau tidak atasan tetapi ini menyangkut keterpengaruhan masyarakat kepada pemerintah, jangan sampai masyarakat dibohongi oleh pejabat pemerintah,” tambahnya.

Dirinya meminta Gubsu Syamsul Arifin SE untuk memperhatikan kondisi tersebut karena hal itu menyangkut tugas PNS sebagai pemerintah, bukan untuk ikut menyukseskan salah satu balon KDH.

“Begitu juga dengan Bupati Kabupaten Madina, H Amru Daulay SH untuk benar-benar menginstruksikan kepada bawahannya supaya netral jelang pesta demokrasi tahun 2010,” sarannya.

Di tempat yang terpisah, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Madina, A Rijal Lubis menyampaikan kepada METRO, kalau pilkada tahun depan harus bisa bersih dari politik busuk baik dari perjalanan sosialisasi maupun kampanye nantinya.

Baca Juga :  Antispasi Lonjakan Harga - Bulog Palas Gelar Operasi Pasar Beras

“Bagi pejabat daerah baik pusat maupun daerah supaya netral jangan sampai meninggalkan tugas dengan ikut berpidato untuk menjagokan salah satu balon dan pergunakan waktu tugas dengan baik, ingatlah bahwa pejabat atau PNS yang memakai fasilitas negara serta bolos bertugas di jam kerja adalah salah satu bentuk ‘Korupsi’,” pesannya. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*