KIPP Temukan Pelanggaran Pemilu di Sidimpuan – Panwaslu Rekomendasikan TPS 8 Sihitang Pemilu Ulang

Padangsidimpuan, (Analisa). Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) wilayah Tabagsel menemukan sejumlah pelanggaran Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2014 diberbagai TPS dan Kelurahan/ Desa yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Padangsidimpuan.

” Pelanggaran Pileg 2014 itu terlihat pada hari “H“ hingga saat rekapitulasi suara di PPS, “ujar Ketua Badan Pengurus Daerah KIPP Wilayah Tabagsel Ahmad Gozali Harahap bersama Majelis Daerah KIPP, Mudzakir Khotib Siregar kepada Analisa Kamis (10/4) di Kota P.Sidimpuan.

Dikatakan, dari hasil pemantauan KIPP di Kota Padang Sidimpuan mulai “H” min “1” hingga proses rekapitulasi ditingkat PPS, penyelenggara tidak bekerja  profesional, bahkan terindikasi tidak netral “, terangnya.

“Contohnya, sertifikasi hasil penghitungan suara untuk calon anggota DPR RI di TPS-3 Batunadua, Kecamatan P.Sidimpuan Batunadua sama sekali tidak diisi, sehingga ada indikasi manipasi hasil suara pemilu. Sertifikasi untuk semua tingkatan sudah ditanda tangani saksi, namun untuk DPRRI datanya kosong”, ungkapnya.

Selanjutnya, di TPS 8 Kelurahan Sihitang, Kecamatan P. Sidimpuan Batunadua ditemukan 117 lembar surat suara Dapil 2 masuk ke Dapil 1 sehingga pemungutan suata sempat dihentikan selama dua jam, sedangkan di TPS 4 pada keluarahan yang sama ditemukan pemilih dari wilayah memilih dengan menggunakan KTP pada TPS tersebut.

Pada rekapitulasi di Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan P.Sidimpuan Selatan, suara calon anggota DPRRI  atas nama Ongku P.Hasibuan dari Partai Demokrat  tertulis hanya 33 suara, padahal hasil penghitungan di TPS 9 Ujung Padang suaranya mencapai 68. ”Ini jelas pelanggaran dan tidak bisa dibiarkan begitu saja” tegasnya.

Baca Juga :  8 Desa Terima Kucuran Rp2 M Dana PNPM

Ditambahkan, di TPS 2 Aek Bayur, KPPS menginformasikan kepada KPU bahwa surat suara untuk DPRD Kota P. Sidimpuan kurang 125 lembar, namun setelah diberikan pengganti surat suara, ditemukan bungkusan surat suara yang sama di bawah meja.

Selanjutnya KPPS tersebut kembali mengimpormasikan surat suara untuk DPRD Provinsi juga kurang 125 lembar. Namun setelah dilakukan pengecekan ternyata ditemukan bungkusan surat suara di laci meja.

“Ini membuktikan kuatnya indikasi adanya manipulasi hasil pemilu di Sidimpuan, ” tegasnya.

Pemilu Ulang

Sementara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padangsidimpuan merekomendasikan pemungutan suara ulang di TPS-8 Kelurahan Sihitang, Kecamatan P.Sidimpuan Tenggara, Kota P.Sidimpuan.

“Panwaslu Kota P.Sidimpuan secara resmi telah meminta KPU P.Sidimpuan untuk melakukan pemungutan dan penghitungan suara ulang atas tertukarnya surat suara antar dapil”, ujar Divisi Pengawasan Panwaslu P.Sidimpuan, Ahmad Effendi Nasution, S.Sos kepada Analisa di Kantor Panwaslu, Jalan Cem paka, P.Sidimpuan, Kamis (10/4).

Dikatakan,  laporan temuan pelanggaran Pemilu yang disampaikan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) ditandatangani Chairul Saleh ke Panwaslu menjelaskan, salah seorang pemilih atas nama Ikhwan Efendi tidak menemukan nama calon yang akan ia pilih saat berada dibilik suara.

Ikhwan Efendi merupakan orang pertama yang menemukan tertukarnya surat suara dari Dapil P.Sidimpuan 1 ke Dapil P.Sidimpuan 2, fakta itu kemudian dikuatkan saat penghitungan suara oleh KPPS, Kamis (10/4) 13 lembar surat suara yang tertukar antar Dapil sempat digunakan 13 pemilih”, katanya.

Baca Juga :  Minta THR, Keluarga Miskin Serbu Rumah Dinas

Fendi mengatakan, saat prosesi penghitungan suara di TPS-8 tersebut, perolehan suara caleg untuk Sumut 2 (DPR RI) sempat dimasukakan kedalam C1 Sumut 7 (DPRD Provinsi) plano berhologram sehingga penghitungan sempat dihentikan.

”Ini membuktikan bimtek dan sosialisasi kepada badan penyelenggara pemilu sangat minim”,cetusnya sembari menyebut menghilangkan hak pilih merupakan tindak pidana pemilu.

Terpisah, divisi Hukum KPU Kota P.Sidimpuan Hatimbulan Siregar didamping Divisi Logistik HR.Ranto Siregar mengatakan, kejadian tertukarnya surat suara di TPS-8 Sihitang, P. Sidimpuan Tenggara sudah dilaporkan ke KPU RI.

”Pemungutan suara ulang bisa dilakukan, tergantung hasil rekomendasi Panwaslu nanti”,  terangnya.

Disinggung jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang khusus untuk pemilihan DPRD Kota P.Sidimpuan, Khatimbulan mengatakan, belum bisa dipastikan.

”Pelaksanaannya menunggu perkembangan lebih lanjut,” tegasnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*