Kirim SMS ke SBY, Marzuki Dinilai Memancing di Air Keruh

Jakarta – Tindakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie yang mengirim SMS ‘penyelematan partai’ ke Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dinilai hanya memancing di air keruh. Ketua DPR itu dinilai ingin memanfaatkan kisruh partai untuk mendongkel kepemimpinan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, menilai lewat SMS itu Marzuki ingin mencari simpati SBY dengan penekanan bahwa kisruh Demokrat belakangan ini disebabkan oleh pertikaian faksi Anas Urbaningrum dan faksi Andi Mallarangeng.

“Ini perlu dicurigai kenapa Nazaruddin hanya menyerang ke arah Andi Malarangeng dan Anas. Saya tak tahu apa Marzuki di belakang dia, tapi patut dipertanyakan kenapa tak satu pun pernyataan Nazaruddin yang menghantam Marzuki? Semua patut curiga, apalagi Nazaruddin memang ketemu Marzuki terakhir kali sebelum berangkat ke Singapura melarikan diri,” kata Burhanuddin saat dihubungi, Sabtu (9/7/2011).

“Marzuki Alie sepertinya ingin memancing di air keruh dengan memanfaatkan isu Nazaruddin, dan bentrokan atau konflik antarkader partai terkait isu Nazarruddin,” imbuhnya.

Burhanuddin menyatakan, SMS Marzuki seakan menunjukkan ia sedang memakai strategi ‘dua wajah’, yakni di depan publik ia seakan tidak ingin mendorong Kongres Luar Biasa (KLB), namun di belakang layar dia gencar melakukan gerilya politik.

“Gerilya dia itu yakni apa yang di SMS-nya ke SBY disebut penyelamatan partai atas kegagalan manajemen. Dalam SMS tak disebutkan bentuknya, tapi saat ini semua tahu sudah berkembang di kalangan pengurus partai pusat dan daerah untuk menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB) dalam Rakornas nanti,” kata Burhanuddin. Rakornas Partai Demokrat rencananya dilakukan di Sentul Bogor 21 Juli mendatang.

Baca Juga :  Survei LSI - Pemerintah Tercoreng Korupsi sampai Masalah Pribadi

Marzuki membantah dirinya telah membuat kubu dan merencanakan KLB. Marzuki justru menuding yang saat ini ada yang diam-diam berkelompok dan hendak menghancurkan Demokrat.

“Saya mengingatkan siapa pun yang membentuk kelompok-kelompok adalah mereka yang ingin partai ini hancur,” ujar Marzuki.

Berikut isi SMS yang dikirim Marzuki kepada SBY dan seluruh anggota Dewan Pembina pada Jumat 8 Juli 2011 malam:

Yth Kawanbin/Bp SBY,

Saya melaporkan, saat ini sedang berada di Rusia dalam rangka memenuhi undangan Parlemen Rusia. Malam ini banyak sekali SMS yang masuk tentang Ruhut, Deny Kailimang, Amir Syamsudin yang saling memojokkan dalam acara Jakarta Lawyer Club di TVone. Saling serang antar pengurus partai bukan hanya kali ini, tapi sudah berkali-kali. Kelihatannya manajemen partai sudah tidak efektif lagi, apapun perintah DPP. Ini masalah Leadership. Memprihatinkan sekali, kita juga terkena imbas seolah tidak memperdulikan tentang kondisi partai. Sebenarnya saya sebagai pribadi atau dalam kapasitas sebagai Wakawanbin tidak mau ikut-ikutan dalam urusan yang melibatkan DPP PD secara operasional, namun kalau ini terus dibiarkan, setiap hari kita di degradasi oleh kita sendiri dengan provokasi media, kita akan menuju kehancuran. Mohon Kawanbin mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan partai, kami siap diperintah dan mendukung apa apapun keputusan Kawanbin sebagai the founding father PD. Tks Wakawanbin.

(detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*