Kisah Koes Plus Diabadikan Lewat Buku

Jakarta – ANTARA News, Buku “Kisah dari Hati Koes Plus” diluncurkan di Jakarta, Minggu, berisi catatan pertemanan selama 44 tahun antara penulisnya, Ais Suhana, dengan kelompok musik tersebut.

Ais Suhana.mengatakan proses pembuatan buku dimulai sejak tahun 1996. Wawancara dengan anggota Koes Plus, katanya, dilakukan sambil lalu.

“Kalau bercerita tentang Koes Plus pasti banyak yang menarik. Di sini saya hanya menjembatani, menulis bahwa ini adalah grup yang pantas dibuat satu buku,” kata Ais saat peluncuran buku tersebut, Minggu sore di Jakarta.

Ais, direktur PT Metrobiz Indoswara, mengemukakan dirinya sahabat lama para personel Koes Plus.

Ia mengakui mengalami kesulitan ketika memilih hal yang akan ditampilkan dalam buku tersebut.

Ada beberapa cerita yang belum pernah diungkapkan Koes Plus kepada khalayak umum, misalnya kisah ketika personel Koes Plus berada di penjara.

John Koeswoyo, bassis ketika band tersebut bernama Koes Bersaudara, memuji adanya buku yang mengabadikan kisah Koes Plus.

“Bagus. Buku ini sebenarnya masih sepenggal saja karena tentang Koes Plus,” kata pria yang kini berusia 82 tahun ini.

Koes Plus berdiri tahun 1962 dengan nama Koes Bersaudara.

Para personelnya merupakan kakak beradik Koeswoyo: John, Tony, Yon, Yok, dan Nomo.

[iklan size=’kiri’]Mereka berubah nama setelah ada pergantian anggota yaitu  John dan Nomo mengundurkan diri, dan Murry menjadi anggota band itu.

Baca Juga :  Jenazah Jojon Telah Dimakamkan di Kota Bogor

Menurut John, ia sendiri tengah mempersiapkan buku perjalanan Koes Plus.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut adalah personil God Bless, Ahmad Albar dan Ian Antono.

Menurut Ian, buku yang memuat perjalanan musisi seperti ini merupakan bentuk apresiasi yang memang diperlukan, untuk menghargai sebuah karya sekaligus kembali membangkitkan semangat di industri musik Indonesia.

Ahmad Albar mengatakan musisi memerlukan apresiasi dari masyarakat.

“Seperti yang Ian bilang tadi, siapa lagi yang bisa menaruh perhatian kepada musisi selain masyarakat itu sendiri,” katanya.

Ia berharap dengan adanya buku ini, para personel Koes Plus yang masih ada dapat bersatu kembali.

“Harapan saya lebih bagus kalau mereka bisa kumpul. Lebih solid,” katanya.

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*