KISRUH PSSI Pernyaatan Blatter-Regenass Terekam

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid membantah pemberitaan sejumlah media tentang pernyataan FIFA yang menyebutkan, orang yang pernah terlibat kasus kriminal tidak boleh dicalonkan menjadi ketua umum PSSI. Nurdin mengklaim ia memiliki perwakilan yang mendengar langsung ucapan para petinggi FIFA di Timor Leste.

2200371620X310 KISRUH PSSI Pernyaatan Blatter Regenass Terekam
Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero (kiri ke kanan), memberikan keterangan pada wartawan terkait penundaan Kongres PSSI, di Kantor Badan Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/2/2011). Kongres yang sedianya digelar pada 26 Maret terpaksa ditunda karena tidak adanya calon ketua umum setelah Komite Banding menggugurkan semua calon

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden FIFA Joseph “Sepp” Blatter dan Director Member Association and Development Thierry Regenass memberikan pernyataan seputar situasi sepak bola di Indonesia saat konferensi pers di Gedung Parlemen Timor Leste, Selasa (15/3/2011). Dalam kesempatan itu, Blatter dan Regenass dengan tegas mengatakan bahwa orang yang pernah dinyatakan bersalah tidak boleh maju ke kongres.

“Saya memonitor pertemuan Blatter di Timor Leste. Orang kepercayaan saya ngomong dari A sampai Z soal pertemuan tersebut dan tidak benar hal itu,” ucap Nurdin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/3/2011).

“Regenass yang mengesahkan Statuta PSSI di Kongres PSSI 2007. Kalau saya tidak boleh (karena status mantan napi), bagaimana mungkin ada surat FIFA kepada PSSI sehingga saya masih menjabat Ketua Umum 2007-2011,” lanjutnya.

Nurdin juga mengungkapkan alasan kuat kenapa ia tidak bisa diganjal pasal kriminal. “Kalau saya melanggar statuta, tidak mungkin saya jadi Exco AFC. Di AFC, ada lima anggota Exco FIFA. Kedua, saya lolos calon presiden AFF. Logikanya, AFF lebih tinggi dari PSSI. FIFA saja bisa meloloskan. Kok, di Indonesia dipersoalkan,” beber Nurdin.

Baca Juga :  Ongku Dianggap Abaikan UU

Hal ini mendapat respons dari anggota Koalisi Independen untuk Rekonsiliasi Sepak Bola Nasional (Konsen), Effendi Gazali, yang bertemu langsung dengan Blatter. “Ada konferensi pers resmi dan ini terekam. Jadi, ada empat stasiun televisi, Metro TV, TV One, RCTI, dan Trans 7. Kami sendiri juga membawa rekaman,” ucap Effendi dalam diskusi persepakbolaan nasional “Menuju Kongres PSSI 2011 yang Berbudaya Mencari Solusi Bukan yang Lain” di gedung RRI, Rabu (16/3/2011).

“Kami masukkan pertanyaan tertulis pada malam hari dan besoknya beliau (Blatter) menjawab pertanyaan kami dalam konferensi pers dan ini semua terekam,” ungkap Effendi. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*