Kisruh PSSI, Pertarungan Golkar & Demokrat

FOTO : SINDO/YUDISTIRO PRANOTO

Nurdin Halid dituntut mundur oleh ribuan pecinta sepakbola di Tanah Air. Aksi penolakan pun digelar hingga pelosok daerah.

Nurdin dinilai tak layak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI karena prestasi sepakbola nasional tak kunjung membaik. Selain itu, Nurdin sudah menjabat selama dua periode atau sepuluh tahun.

Namun, sejumlah pihak menilai ada kalangan tertentu yang memiliki kepentingan dalam kisruh PSSI ini. Partai Golkar dan Demokrat dituding memiliki kepentingan besar dalam memontum ini. Setidaknya, itulah yang dilontarkan pengamat politik Fadjroel Racman.

“Partai Golkar ada dibelakang Nurdin Halid, dan Partai Demokrat dan pemerintah ada dibelakang Arifin Panigoro. Siapapun akhirnya yang menang, mereka tetap akan saling menggergaji,” ungkap Fadjroel kepada okezone, Jumat (25/2/2011).

Aktivis yang sempat mendekam di Nusa Kambangan pada zaman Orde Baru ini menilai, perebutan jabatan ketua PSSI akan menjadi tolak ukur bagi pemilu 2014 mendatang. Sebab, jabatan ketua umum PSSI memiliki pengaruh cukup besar.

“Sebagai pecinta sepakbola nasional, saya ingin yang menjadi ketua PSSI bukanlah keduanya (Nurdin dan Arifin), tetapi ada figur baru yang lebih faham tentang sepakbola. Hal ini agar sepakbola tidak dipolitisasi lagi,” tandasnya.

Dalam kisruh seperti ini, lanjutnya, dibutuhkan gerakan ketiga atau tokoh alternatif untuk menyelamatkan PSSI. Soal siapa orang yang dimaksud, Fadjroel menyerahkan kepada publik.

“IGK Manila juga bagus, atau siapa saja yang menjadi alternatif. Yang pasti jangan lagi sepakbola dipolitisasi,” tukasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sibuk Syuting, Deddy Mizwar Terancam Ditegur Mendagri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*