Kisruh Sepak bola PON, KONI Lapor Polisi

INILAH.COM, Pekanbaru – KONI Pusat dan Pengurus Besar PON (PB PON) akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kekisruhan yang terjadi di cabang olahraga sepak bola.

Kisruh terjadi setelah ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin menarik perangkat pertandingan yang menjadi anggotanya dari ajang PON, lewat surat yang disampaikan oleh deputi sekjen PSSI Saleh Mukadar. Ini terjadi lantaran tidak terima dengan keputusan KONI Pusat dan PB PON, yang mengikuti keputusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) seputar perwakilan tim sepak bola daerah.

Dualisme pengurus PSSI pusat merambat ke tingkat provinsi. Sejumlah tim daerah terpecah karena langkah PSSI versi Djohar Arifin Husin yang secara sepihak memecat sejumlah ketua pengprov yang memilih loyal kepada kubu rivalnya, yang dipimpin La Nyalla Mattalitti, hanya beberapa pekan sebelum PON.

Tak hanya memecat dan mengganti para ketua pengprov dengan pejabat sementara, Djohar juga kemudian membubarkan dan mengganti program-program mereka, termasuk tim untuk PON, yang sudah dibentuk sejak berbulan-bulan lamanya.

Kubu La Nyalla menilai keputusan ini menyalahi peraturan dan membawanya ke BAORI, yang kemudian memenangkannya.

Sejumlah laga sempat terganggu karena absennya perangkat pertandingan, namun bisa dilanjutkan kembali setelah La Nyalla Mattalitti turun tangan dengan menugaskan para wasit yang berada di pihaknya.

Sebelum memutuskan menarik perangkat pertandingan, Saleh meminta PB PON menunjuk Kalimantan Selatan, yang berada di pihak Djohar, menggantikan Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Bupati Harus Berani Copot Kaban Bappeda Palas

“Kita sudah melaporkan semua permasalahan yang terjadi dalam pertandingan sepakbola. Dan, KONI Pusat sedang mempelajari kasus tersebut sebelum mengambil tindakan tegas,” ujar Ketua Dewan Pengawas dan Pengarah PB PON Inugroho kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, Minggu (9/9/12).

Inugroho melanjutkan, ketua KONI Pusat Tono Suratman sudah menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein untuk mengantisipasi potensi kerusuhan lanjutan.

“KONI Pusat telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk bisa mengamankan jalannya pertandingan PON XVIII. Siapa pun yang mengganggu jalannya pertandingan akan berhadapan dengan pihak keamanan,” ia menegaskan.[yob]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*