Kita, Indonesia, Dalam Catatan Google

Oleh: Shohibul Anshor Siregar *)

Jika pemilukada dianggap sebagai biang kebobrokan, maka Google hanya mengingatnya sebanyak 113,000 kali sedangkan untuk kecurangan Pilpres 192,000 kali. Money Politics Pemilukada disebutkan sebanyak 71,700 kali, sedangkan money politics Pilpres sebanyak 130,000.

Google

GOOGLE hanya menyebut “Pemilukada” sebanyak 5,100,000 kali dengan kecepatan pencarian 0.67 detik. Dalam waktu yang berbeda (0,09 detik) “Indonesia” disebutkannya sebanyak 1,580,000,000. Meskipun Bali adalah kota paling terkenal sebagai tujuan wisata dunia, namun frekuensinya (206.000.000, dalam waktu pencarian 0,17 detik), yang berarti masih kalah jauh dengan Jakarta (345.000.000, dalam kecepatan 0,10 detik).

Jika pemilukada dianggap sebagai biang kebobrokan (kecurangan pemilukada), maka Google hanya mengingatnya sebanyak 113,000 kali. Sedangkan untuk “kecurangan Pilpres” sebanyak 192,000 kali. “Money Politics Pemilukada” disebutkan sebanyak 71,700 kali, sedangkan “money politics Pilpres” sebanyak 130,000 kali.

Google tentu mencatat bukan saja penggunaan oleh Indonesia untuk beberapa konsep yang saling digunakan di bangsa-bangsa Melayu. Kosa kata “Cinta” misalnya, tentulah bukan cuma milik bangsa Indonesia. Begitu juga benci, marah, tertawa dan menangis. Tetapi dalam waktu pencarian 0,09 detik kata “cinta” muncul sebanyak 205,000,000 kali.

Menurut Anda jika “marah” ditemukan lebih banyak 24,000,000 kali, “menangis” sebanyak 16.100.000 kali, sedangkan  “tertawa” cuma muncul 8,520.000 kali, kira-kira apalah arti di balik itu? Sementara Anda dipersilakan memikirkannya, ayo kita teruskan dengan konsep lain.

Baca Juga :  Tiga Hari Lagi, Puncak Hujan Meteor Lyrids

Reses itu kan hanya dikenal dalam istilah politik (legislatif) Indonesia? Google pun ikut menyimaknya. Kata itu muncul sebanyak 2,010,000 kali dalam masa pencarian 0,25 detik saja. Sedangan kosa kata ”DPR” muncul sebanyak 39.900.000 kali.

Google secara tangkas mampu membedakan korupsi APBN dan korupsi APBD. Untuk kasus yang pertama diberikan frekuensi sebanyak 1,410,000 kali, sedangkan untuk yang kedua disebut 687,000 kali. Perbedaan waktu pencarian untuk keduanya tidak begitu signifikan.

%name Kita, Indonesia, Dalam Catatan Google

Institusi dan Konsep Kenegaraan. Google mencatat Partai Demokrat sekitar 3,860,000 (0.11 detik)  Golkar  9,070,000 kali (0.12 detik),   Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 659,000 kali (0.12 detik),  Partai Keadilan Sejahtera 1,570,000 kali (0.11 detik), Partai Persatuan Pembangunan 618,000 kali (0,12 detik), Partai Amanat Nasional 795,000 (0.09 detik) , Partai Hati Nurani Rakyat  395,000 kali (0.12 detik) , Partai Gerindra 1,530,000 kali (0.12 detik). Sedangkan Nasional Demokrat sekitar 3,250,000 kali (0.10 detik). Memang ada kendala meminta keterangan Google tentang partai-partai ini. Kita ingin meminta dengan singkatan atau dengan nama penuh, hasilnya amat berbeda. Tetapi yang menarik, “pemilu” dicatat sebanyak 14,000,000 dalam masa pencarian 0,09 detik. Kira-kira maknanya apa gerangan?

Supremasi hukum termasuk minim karena hanya muncul 348,000 kali dalam masa pencarian 0,13 detik. Jika Anda perhatikan frekuensi kemunculan beberapa konsep penting yang dicantumkan pada tabel di atas, tentulah Anda ingin juga memberi interpretasi sendiri. Silakan.

Baca Juga :  Kontes Hacking Browser, Safari 5 dan IE8 Berhasil Dijebol "Hacker"

*) Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum nBASIS

sohibul Kita, Indonesia, Dalam Catatan Googlen’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*