KLB Diare Kembali Serang Paluta, 5 Warga Dirawat Intensif

Paluta, Kejadian luar biasa (KLB) diare kembali menyerang salah satu wilayah di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Selasa (19/8).

Menurut data Puskesmas Padang Bolak, dalam dua hari belakangan ini penderita diare sudah mencapai 33 orang dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Padang Bolak. Lima orang di antaranya sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Tua di Jalan Lintas Gunung Tua-Portibi, Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi.

Menurut Kepala Puskesmas Padang Bolak dr Herlina Sonera Batubara, penyakit diare ini pertama kali terjadi pada hari Minggu (17/8) lalu. Namun pihaknya  menerima laporan pada hari Senin (18/8), selanjutnya dari laporan tersebut diketahui penderita pertama diare ini adalah warga Dari desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak.

Lanjutnya, puncak dari penyakit diare ini terjadi Senin (18/8). Warga yang paling banyak terkena warga Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Padang Bolak yakni mencapai hingga 21 orang. Saat ini pihak Puskesmas Padang Bolak didampingi pihak Dinkes Paluta sudah menurunkan langsung beberapa personeil untuk melakukan pengobatan dan penyuluhan langsung ke berbagai desa di wilayah Kecamatan Padang Bolak.

Senada dikatakan Kadis Kesehatan Zunaidah Harahap Mkes melalui Kasi Wabah Bencana Nurmaynides, penyakit diare ini sudah bisa dikategorikan sebagai KLB.

Saat ini pihak Dinkes Paluta belum mengeluarkan surat pemberitahuan atau pengumuman untuk status KLB tersebut sebab saat ini pihaknya sedang menyusun data dan hasil pantauan dilapangan terkait penyakit diare ini.

Baca Juga :  Polres Madina Berhasil Menangkap Lima Pengedar Ganja Antar Provinsi

“Memang sudah termasuk KLB itu, tapi kita belum mengeluarkan surat pemberitahuan tentang status KLB tersebut sebab kita sedang melakukan penyusunan data dan hasil pantauan kita di lapangan,” ujarnya.

Dikatakan, setelah data dan hasil laporan pantauan pihaknya di lapangan selesai disusun, selanjutnya hasil laporan tersebut akan diberitahukan ke pihak Dinkes Provinsi Sumut untuk ditangani lebih lanjut.

Terpisah salah seorang pasien yang dirujuk ke RSUD Paluta, Bintang Siregar (9) mengatakan ia menderita diare sejak, Senin (18/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Awalnya ia merasa perutnya mulas dan hendak buang air besar. Selanjutnya mual dan muntah-muntah sekaligus mencret.

Hal ini dibenarkan, ibunya Sartika Lubis (35). Setelah ia melihat kondisi putrinya mengalami hal tersebut, lalu ia membawa putrinya berobat ke Puskesmas Padang Bolak. Pihak puskesmas merujuknya untuk dibawa ke RSUD Paluta.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, NG Hikmet sudah mendapat informasi terkait KLB diare ini.

“Kita sudah turunkan tiga orang. Dua orang dari dinas kesehatan dan seorang lagi dari laboratorium kesehatan Sumut. Mereka akan mengambil sampel untuk diteliti,” ucapnya.

Dia mengaku, kasus serupa tidak saja di Paluta tapi juga terjadi di salah satu daerah di Kabupaten Madina. “Kita juga sudah turunkan tim. Penyebab pastinya sulit diketahui. Tapi, dugaan saya faktor kurang higenisnya sanitasi di sana,” ucap Hikmet. (ong)

Baca Juga :  Harga Gabah Meroket Di Palas

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*