Klub Top Eropa akan Boikot FIFA

Ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA), Karl-Heinz Rummenigge (kanan) pada pertemuan organisasi itu di Jerman, 2008. ECA akan memboikot undangan FIFA 5 Maret 2012.

KOMPAS.com – Asosiasi Klub Eropa (ECA) yang terdiri 200 klub top benua itu, berencana memboikot pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Sebab, FIFA dianggap tak serius menanggapi tuntutan asosiasi itu untuk mengubah jadwal pertandingan internasional.

FIFA mengundang ECA dan anggotanya untuk membicarakan review umum tentang jadwal pertandingan internasional di Zurich, 5 Maret nanti. Namun, ECA menilai FIFA selama ini kurang mempertimbangkan kepentingan klub dalam membuat jadwal pertandingan internasional untuk tim nasional. Klub merasa masih sering dirugikan oleh jadwal tersebut.

Juru bicara ECA, Marc Schmigdall mengatakan, ECA dan Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sudah bekerja sama dengan baik dalam melakukan perubahan jadwal di masa datang. Tapi, Ketua ECA, Karl-Heinz Rummenigge, dan Sekretaris Umum ECA, Michele Centenaro, menola menghadiri undangan FIFA untuk membicarakan kalender internasional.

“Kami sudah melakukan diskusi dengan UEFA dan hampir menemukan persetujuan akhir dengan mereka. Tapi, pembicaraan dengan FIFA telah mengecewakan dan kami memutuskan untuk tak menghadiri pertemuan FIFA, sampai ada keputusan berikut,” tegas Marc Schmigdall.

Intinya, ECA mengharapkan pertandingan tim nasional dalam semusim dikurangi, dari 12 pertandingan menjadi 6 pertandingan. Dan, pada bulan Juni dan Agustus Eca berharap tak ada pertandingan internasional.

Rummenigge dan banyak anggota lain telah mendeskripsikan kalender FIFA itu sebagai jadwal yang bukan-bukan. Banyak manajer atau pelatih di seluruh Eropa sering mengeluh oleh jadwal pertandingan internasional yang kelewat padat, sehingga mengganggu aktivitas klub, terutama jadwal pertandingan persahabatan pada Agustus. Sebab, pertandingan ini sering digelar sebelum klub melakukan pertandingan.

Baca Juga :  Tontowi/Lilyana Dapat Bonus Rp 200 Juta

Namun, FIFA menunjukkan keengganannya untuk mengurangi jumlah pertandingan internasional. Ini yang membuat ECA berencana memboikot undangan FIFA.

ECA juga mendesak agar FIFA membayar kompensasi gaji pemain kepada klub, jika pemain itu cedera ketika membela negaranya dalam pertandingan persahabatan. ECA akan mengajukan jadwalnya sendiri dalam pertemuan mereka di Warsawa, pekan depan. Pertemuan ini akan dihadiri presiden dan eksekutif klub anggota ECA dari 53 negara. (AP)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*