KNPI dukung KPK usut korupsi Bansos Madina

PANYABUNGAN – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Mandailing Natal mendukung langkah KPK mengusut dugaan korupsi Bantuan Sosial yang menyeret beberapa nama pejabat negara, termasuk mantan Kabag Sosial Madina.

Dukungan itu disampaikan Wakil Ketua I DPD KNPI Madina, Tan Gozali, di Panyabungan. Menurutnya, setelah KPK memeriksa mantan Kabag Sosial Madina MYS  yang tersandung masalah bantuan sosial ini, sepantasnya KPK diacungi jempol dalam pengusutan kasus bantuan sosial ini.

“Hingga saat ini KPK sudah menjerat beberapa pejabat yang tersangkut bantuan sosial dan sudah divonis pengadilan dan sedang menghadapkan beberapa tersangka lainnya ke meja hijau,” papar Tan.

Dikatakan, dalam kaitannya dengan MYS, KPK telah beberapa kali melakukan pemeriksaan sebagai saksi.  KPK telah menetapkan Amrun Daulay yang saat itu menjabat Dirjen Bansos dan Fakir Miskin Kemensos sebagai tersangka. “Dan saya yakin, KPK juga akan menetapkan mantan Kabag Sosial Madina sebagai tersangka apabila benar-benar terlibat di dalamnya,” ujar mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) Medan ini.

Pasalnya, kata Tan, sejauh ini bantuan sosial untuk Madina tidak jelas ujung pangkalnya. Apalagi berdasarkan audit BPK, penyaluran mesin jahit di Sumut tidak tepat sasaran. Mesin jahit yang seharusnya diterima warga kurang mampu, tapi malah banyak yang diberikan kepada perusahaan konveksi.

Dia berharap, KPK  lebih  meningkatkan status MYS dalam kasus ini. “Kita berharap KPK secepatnya menjadikan mantan Kabag Sosial Madina sebagai tersangka dan menjeratnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Baca Juga :  DPRD: Ganti Dirut RS Panyabungan

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*