Kodam I BB Pecat 47 Prajurit TNI Karena Kasus Narkoba dan Disersi

Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Tiopan Aritonang (kiri) secara simbolis melepaskan seragam Praka Agus Alosius Purba sebagai bentuk pemecatan secara tidak hormat di Lapangan Benteng Medan, Sumatra Utara, Senin (7/11/2016). Kodam I Bukit Barisan melakukan pemecatan terhadap 47 anggota TNI dan 11 or
Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Tiopan Aritonang (kiri) secara simbolis melepaskan seragam Praka Agus Alosius Purba sebagai bentuk pemecatan secara tidak hormat di Lapangan Benteng Medan, Sumatra Utara, Senin (7/11/2016). Kodam I Bukit Barisan melakukan pemecatan terhadap 47 anggota TNI dan 11 or

Penegakan hukum yang dilakukan Kodam I Bukit Barisan dalam kasus narkoba, tidak hanya memberhentikan prajurit berpangkat Tamtama, Bintara, tetapi juga Perwira Pertama dengan pangkat Letnan Satu.

“Tindakan tegas tersebut dilakukan, karena narkoba tersebut merupakan ancaman yang sangat besar dan membahayakan di lingkungan prajurit,” kata Kasdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Tiopan Aritonang, usai upacara pemberhentian 47 prajurit TNI AD di Lapangan Benteng, Medan, Senin.

Pemakai narkoba tersebut, menurut dia, merupakan pelanggaran berat di lingkungan TNI AD dan perbuatan tersebut tidak ada ampun, dan harus dilakukan pemecatan secara tidak hormat.

“Setiap prajurit yang benar-benar terbukti sebagai pengguna narkoba dan dilakukan sidang terlebih dahulu di Mahkamah Militer (Mahmil), serta kemudian dilaksanakan upacara pemecatan seperti yang dilakanakan pada hari ini (Senin, 7/11) di Lapangan Benteng,” ujar Brigjen TNI Tiopan.

Ia mengatakan, setiap prajurit dan PNS di lingkungan Kodam I/BB, jangan coba-coba terpengaruh, serta penyalahgunaan narkoba, kalau tidak ingin diberhentikan.

Oleh karena itu, katanya, prajurit dan PNS agar tetap menjauhi obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, dan juga dapat mempengaruhi kinerja prajurit TNI AD.

Baca Juga :  Sampai Kapan Begu Ganjang Menghantui Tanah Batak?

Selain itu, peredaran narkoba tersebut, juga dapat menjadi ancaman suatu negara, dan yang dinamakan dengan istilah “Proxy War” atau perang masa kini yang dilakukan pihak asing.

“Ancaman yang dilakukan melalui peredaran narkoba tersebut harus dapat diantisipasi TNI AD, karena hal ini tidak boleh dibiarkan berkembang,” kata jenderal bintang satu itu.

Kasdam menyebutkan, dari 43 prajurit yang diberhentikan itu, 11 orang diantaranya terlibat kasus narkoba dan 36 orang lainnya disersi atau melarikan diri dari kesatuan.

“Jadi, 43 prajurit yang diberhentikan itu, karena dianggap tidak disiplin, melanggar hukum dan penyalahgunaan narkoba,” kata Kasdam.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*