Kok Medan seperti ini bisa dapat Piala Adipura?

MEDAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara Kamaluddin Harahap mengatakan, kota Medan dinilai belum pantas untuk meraih Piala Adipura karena masih kumuh dan semrawut.

“Medan masih kumuh, terutama di kawasan Medan Utara,” katanya di Medan, tadi malam, menanggapi keberhasilan Pemko Medan meraih Piala Adipura.

Ia mengatakan, Piala Adipura merupakan simbol apresiasi tertinggi bagi daerah tertentu yang sukses menjaga kebersihan dalam penataan dan pembangunan yang dilakukan. Jika dilihat dengan jujur tentang penataan dan pembangunan di Kota Medan, unsur kebersihan tersebut dinilai masih belum diprioritaskan dan masih jauh dari harapan masyarakat.

Ia mencontohkan dengan masih banyaknya kekumuhan di Kota Medan, terutama di daerah yang jauh dari inti kota seperti sejumlah kecamatan di kawasan Medan Utara. Demikian juga dengan penataan transportasi yang membuat arus lalu lintas di Medan menjadi semrawut dan banyaknya papan reklame yang mengganggu keindahan kota.

Bahkan, Pemko Medan juga masih belum mampu memperbaiki sistem drainase di ibukota Provinsi Sumut tersebut sehingga sering menimbulkan banjir atau genangan air. “Hujan sedikit saja, Kota Medan sudah banjir. Kok kota seperti itu bisa meraih Piala Adipura,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Dengan berbagai kondisi itu, pihaknya merasa heran dengan peraihan Piala Adipura tersebut. “Mungkin tim penilai hanya melihat Medan saat kering saja,” katanya menambahkan. Pihaknya menghawatirkan keberhasilan Pemko Medan tersebut dapat menjadi pembenaran tentang isu selama ini yang menyebutkan penghargaan tertentu dapat diraih melalui cara-cara tertentu. “Saya tidak terlalu bangga dengan Piala Adipura itu,” katanya.

Baca Juga :  Rapat Soal Krisis Listrik Ibarat Rapat "Tikus Tangkap Kucing"

Sebelumnya, Pemko Medan meraih Piala Adipura dan direncanakan akan diarak keliling kota sebagai bentuk syukur atas keberhasilan meraih penghargaan untuk kategori kota metropolitan tersebut. “Sebelum diarak keliling kota, diawali dengan prosesi penyambutan Wali Kota (Medan Rahudman Harahap) di ruang VIP Bandara Polonia Medan,” kata Sekretaris Daerah Kota Medan Syaiful Bahri.

Terpisah, Ketua KNPI Kota Medan Zulham Effendi Siregar menyampaikan apresiasi atas kinerja Walikota beserta jajaran dan partisipasi masyarakat sehingga kota Medan mendapatkan Piala Adipura untuk kategori Kota metropolitan. Sebagai warga yang mencintai kotanya, dia mengaku sangat senang dan bangga karena mendapatkan penghargaan tersebut.

Apalagi, lanjutnya, kondisi fisik lingkungan perkotaan mengalami peningkatan dalam segi kebersihan dan kateduhan kota di samping itu  semakin membaiknya pengelolaan lingkungan perkotaan (non fisik) meliputi instuitusi, manajemen dan daya tanggap. Karenanya, hasil yang diraih ini bias dijadikan momentum peningkatan kinerja di semua bidang seperti bidang pendidikan, kesehatan, pembenahan infrastruktur, pelayanan publiok, kemudahan perizinan, perbaikan sarana dan prasarana ruang publik, ketersediaan lapangan pekerjaan, harmonmisasi dan kerukunan antar umat beragama.

Dengan demikian kota Medan menjadi tempat tinggal  dan bisnis yang aman, nyaman dan baik bagi masyarakat luas. “Kita mengajak segenap komponen masyarakatuntuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan. Apa yang diraih ini harus bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Ke depan instansi terkait harus terus bekerja keras untuk membuktikan bahwasannya kita pantas mendapatkan penghargaan Adipura maupun penghargaan lainnya,” harap Zulham.

Baca Juga :  Penentuan Akhir Cagubsu Permainan Elit Politik

Dia menilai kerja keras pemerintah dan masyarakat akan menjadi sinergi kekuatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kota Medan. “Mari kita terus bergandeng tanganuntuk mewujudkan Medan kota metropolitan yang aman, nyaman, asri dan sejahtera,” pungkasnya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*