Kolang Kaling dari Madina Tembus Pasar Jakarta

Warga di Kecamatan Puncak Sorik Marapi Madina bersama-sama mengolah buah aren menjadi kolang kaling. (medanbisnis/zamharir rangkuti)

Panyabungan. Permintaan pasar terhadap bahan penganan jenis kolang-kaling pada bulan Ramadhan merupakan berkah tersendiri bagi perajin kolang-kaling di berbagai desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), seperti Desa Hutabaringin Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Biji buah aren hasil olahan para perajin di Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini sangat diminati oleh banyak masyarakat luar, sehingga pasarannya tak hanya di Madina, melainkan juga merambah ke Medan dan Jakarta.

Sejumlah pengolah kolang kaling di Desa Hutabaringin Jae kepada wartawan, Jumat (26/6) mengungkapkan, pengiriman kolang kaling ke luar Madina mencapai 25 ton per minggu. Itu belum termasuk dari desa-desa lain seperti Hutabaringin Julu, Hutanamale dan desa lainnya.

“Untuk saat ini per minggunya desa Hutabaringin Jae saja menghasilkan 25 ton per minggu, belum lagi dari desa-desa lainnya seperti Hutanamale, Hutabaringin Julu,” ujar Harlan, salah seorang pengolah kolang kaling.

Dikatakan Harlan, lonjakan permintaan kolang kaling hanya pada saat Ramadhan saja. Pemesanan mulai dari Medan hingga dari Jakarta. Dijelaskannya, posisi harga kolang kaling terakhir di tingkat pedagang pengumpul di desa itu mencapai Rp 4.000 hingga Rp 5.000/kg. Menurut Harlan, mengolah kolang-kaling dan gula aren, selain menjadi pekerjaan pokok bagi beberapa kepala rumah tangga, juga menjadi usaha sampingan bagi anak-anak kecil di desa itu.

Baca Juga :  Proyek Peningkatan Jalan Dekat Rumah Dinas Bupati Sudah Rusak - Kadis PU Palas : Itu Masih Dalam Tahap Pemeliharaan

“Kolang kaling banyak dihasilkan dari kecamatan ini karena penduduknya termasuk aktif dalam pembuatan gula aren. Usaha pengolahan gula aren sudah lama berlangsung dari desa-desa yang berada di kawasan perbukitan itu.

Gula aren dan kolang kaling merupakan produk yang berbahan baku dari pohon enau. Di kawasan itu banyak ditemukan pohon enau,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Perindag Kop Pasar Drs Lismulyadi Nasution mengakui memang kolang kaling menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat di beberapa kecamatan jika memasuki bulan Ramadhan.

“Ada beberapa kecamatan seperti Panyabungan Timur, Panyabungan, Panyabungan Selatan, Batang Natal penghasil Gula Aren, dan pada Ramdahan penghasil Kolang Kaling, sehingga pedagang banyak yang mengirimkannya ke luar daerah seperti Jakarta maupun kota lainnya” katanya.


ZAMHARIR EANGKUTI – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*