Komandan Organisasi Papua Merdeka Tewas Ditembak Anggota TNI

Mayjen M Fuad B

PUNCAK JAYA – “Gesekan antara pasukan TNI dengan kelompok radikal Organisasi Papua Merdeka (OPM) belum juga mereda. Kemarin pagi, kembali terjadi kontak tembak antara kedua belah pihak di Distrik Tingginambut, Kabupaten puncak Jaya. Untuk kali ini, TNI mengklaim telah menembak mati salah seorang komandan OPM.

Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menyatakan, anggota TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 751/Vira Jaya Sakti Kodam XVII/Trikora yang bertugas di Tingginambut, Puncak Jaya, berhasil menembak mati Komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Papua, Sabtu (7/6).

Peristiwa kontak tembak itu sendiri berlangsung sekitar pukul 05.35 WIT dan berlokasi di koordinat 7920-8907. Anggota TNI yang terlibat kontak tembak merupakan tim patroli gabungan dari satgas bantuan Yon 751 Raider Kodim Puncak Jaya. Mereka mendapati beberapa anggota OPM yang kemudian berusaha melawan saat hendak ditangkap. Kontak tembak pun tidak terhindarkan.

“Dalam kontak tembak itu, anggota kami berhasil menembak mati komandan OPM bernama Timika Wonda,” terang Kapuspen TNI Mayjen Mochamad Fuad Basya dalam keterangan persnya kemarin. Selain menembak mati, aparat TNI juga mendapatkan dua pucuk senjata api laras panjang.

Sementara itu, Kadispenad Brigjen Andika Perkasa saat dikonfirmasi mengatakan, kontak tembak berakhir setelah Timika Wonda tertembak. Anggotanya bubar dan melarikan diri. “Untuk saat ini, yang bersangkutan telah dievakuasi ke RS Kabupaten Puncak Jaya,” terangnya.

Baca Juga :  SOEKARNO; GANYANG MALAYSIA . . . !

Pihaknya belum memperoleh keterangan mengenai jenis maupun asal senjata. Apakah senjata tersebut hasil rakitan atau senjata organik TNI yang dirampas OPM pada insiden-insiden sebelumnya. Saat ini, intensitas patroli di kawasan tersebut makin ditingkatkan karena berdekatan dengan hari pemungutan suara pilpres.

Insiden antara TNI dengan OPM sudah berulang kali terjadi. Hingga saat ini, TNI masih kesulitan untuk mengejar anggota kelompok radikal tersebut. Sebab, medan pengejaran masih berupa hutan lebat ditambah kawasan Papua tengah memiliki banyak gunung tinggi.

(byu/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*