Komisi III Tak Tahu Ani Korupsi Bantuan Bank Dunia

JAKARTA – Pernyataan bahwa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terlibat dalam mega skandal korupsi bantuan Bank Dunia untuk Indonesia dilontarkan Bambang Soesatyo, ternyata tidak banyak diketahui oleh anggota Komisi III lainya.

“Saya tidak mengetahui hal itu” ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Jamil di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (24/5/2010).

Nasir melanjutkan, kalau Sri Mulyani terlibat korupsi memang tidak bisa dipungkiri. Saat sebelum dia belum menjabat sebagai mentri di kabinet, dia pernah menjadi direktur IMF mungkin saat itu dia bermainya.

“Tetapi, saya tidak tahu Sri Mulyani terlibat dalam tindak korupsi itu atau tidak, saya juga belum tahu,” jelasnya.

Sampai saat ini belum ada pembahasan dalam Panitia Kerja pengawasan mengenai hal itu. Mungkin nanti akan dibicarakan terlebih dahulu kepada keseluruhan anggota Komisi III.

“Belum ada pembahasan, jika pun nanti benar ada mega skandal itu tentu akan kita panggil Sri Mulyani dan dilihat terlebih dahulu dana nya untuk apa? Jenis dana itu apa apakah hutang, hibah dan lain-lain pun kita belum tahu,” ungkapnya.

Dalam rilis yang diterima okezone dari Bambang Soesatyo, Sri Mulyani terlibat skandal korupsi bantuan Bank Dunia saat menjabat Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia II.

“Masih akan terus didalami (indikasi korupsinya-red). Semua proyek tersebut dibiayai oleh Bank Dunia dan masih berjalan,” tulis anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo melalui rilisnya yang diterima okezone, pagi tadi.

Baca Juga :  Ba'asyir Terancam Hukuman Mati

Dijelaskan Bambang, wajar bila muncul kecurigaan terhadap pendanaan program tersebut oleh Bank Dunia karena melihat nilainya yang begitu bombastis. “Proyek itu dinilai sangat mahal dan tidak masuk akal, sampai triliunan begitu,” sambungnya.(hri)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2010/05/24/339/335959/komisi-iii-tak-tahu-ani-korupsi-bantuan-bank-dunia

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*