KOMITMENT PEMDA-PEMDA TAPANULI BAGIAN SELATAN UNTUK PENGEMBANGAN BANDARA AEK GODANG

Hari lepas hari, bulan lepas bulan dan tahun berlalu dan berganti tahun yang baru, tidak luput juga dalam suatu anggaran yang akan dilaksanakan oleh berbagai pihak Pemda yang terkait dengan Pengembangan Bandara Aek Godang yang kalau ditanya setiap pemda bekas wilayah Tapanuli Selatan mengatakan sangat mendukung dan berharap pengembangan bandara ini. Walaupun Bandara ini sekarang berada bukan diwilayah Tapanuli Selatan dan berada diwilayah PALUTA, namun pentingnya keberadaan bandara ini untuk membantu percepatan pegembangan pembangunan di seluruh PEMDA Tapanuli Bagiaan Selatan sangat dirasakan oleh Pihak Pemda, DPRD terkaid dan pihak2 terkait.
Namun pelaksanaan dari tahun-ketahun pengembangan Bandara ini sangat lambat bahkan banyak berharap harus turun dulu APBN baru hal ini dikerjakan. Suatu pemikiran yang perlu dikaji akan hal tersebut, namun apabila memang harus demikian, maka tidak salah semua Kabupaten yang ada di TAPANULI bagian SELATAN sama-sama mempersiapkan Pengajuan Anggaran untuk tahun 2012 dst untuk membantu dan bekerja sama untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengembangan Bandara Aek Godang ini, termasuk menyelesaikan permasalahan-permasalahn pengembangan Bandara ini saat ini.
Seperti yang diberitakan dari beberapa pihak terkait bahwa pengembangan Bandara ini terkendala gara-gara adanya permasalahan yang sangat sulit diatasi oleh pihak Pemda dan pihak terkaid, membuat pengembangan bandara Aek Godang ini tertunda-tunda terus. Bahkan tidak jarang kita temukan, pengembangan bandara ini masuk dalam pembicaraan2 wacana politik tingkat Daerah.
Menurut berita-berita yang ada permasalahan saat ini yang diharapi terkendala di Pembebasan Lahan, Pemindahan gedung sekolah dan pemindahan Sarana Tower Telekomunikasi yang berada di Lokasi pengembangan Bandara ini. Jika diamati sesaat maka Pemindahan /relokasi Gedung Sekolah dan Pemindahan Sarana Tower Telekomunikasi bukan hal yang sulit dilakukan mengingat dua masalah ini masih berhubungan dengan Pemerintahan di bidang Pendidikan dan BUMN, yang artinya sangat memungkinkan dituntaskan secepatnya jika semua pihak yang ada di wilayah Tapanuli Selatan dari semua aspek pemerintahan/DPRD/Masyarakat benar-benar mengharapkan pemgembangan sarana ini. Ini juga menandakan bahwa lemahnya koordinasi antara instituasi pemerintahan yang merupakan penyakit-penyakit yang sering muncul di internal Pemda/DPRD/BUMN itu sendiri diseluruh wilayah Indonesia.
Dua permasalahan tersebut sangat memungkinkan dilakukan jalur komunikasi bersama dengan mengedepankan kepentingan lebih banyak orang daripada kepentingan satu institusi itu sendiri. Para Bupati dan Ketua DPRD yang merupakan bahagian dari penguasa-penguasa daerah harusnya mudah menyelesaikan permasalahan dan bukan hal yang harus memerlukan panjang waktu hanya untuk menyelesaikannya. Unsur kepentingan wilayah secara bersama-sama perlu dikedepankan untuk pembangunan dan kemajuan diwilayah masing-masing dari pengembangan bandara Aek godang ini.

Baca Juga :  Diduga, Rp 500jt Lebih Hasil “Pungli” Pencairan Dana Proyek di DPKAD Palas

Sedangkan salah satu permasalahan yang mungkin harus berhubungan langsung dengan masyarakat adalah masalah pembebasan Lahan tanah untuk pengembangan Bandara Aek Godang.
Jika melihat sifat dan karakteristik masyarakat Tapanuli bagian dari Selatan dari dulu, bahwa mengutamakan kepentingan masyarakat luas lebih baik daripada kepentingan pribadi, masih melekat dikepribadian masing-masing masyarakat. Namun hal ini mulai pudar disetiap ada pembebasan lahan untuk kepentingan Umum karena perilaku Pejabat terkaid itu sendiri yang secara tidak sadar membuat masyarakat merubah sifat-sifat yang baik itu. Sebagai contoh yang sering terjadi dalam pembebasan lahan untuk kepentingan umum adalah seringnya harga tanah dipermainkan oleh pejabat itu sendiri, bahkan bisa saja pejabat sengaja membuat harga yang tidak terjangkau oleh Pemda dengan bekerjasama dengan berbagai pihak masyarakat demi meraup keuntungan pribadi, tidak jarang kita temukan masyarakat menyampaikan bahwa yang mengajari mereka mengambil suatu keputusan atas suatu pelepasan tanah mengungkapkan setelah diberi tuntunan arahan-arahan orang-orang yang hendak mencari kepentingan pribadi diantara pelaksanaan rencana pemda itu sendiri. Sehingga hal-hal seperti ini sering terjadi dan menyulitkan pelaksanaan pembangungan/pengembangan sarana umum yang sangat diperlukan masyarakat.
Kita perlu menghargai upaya-upaya Bupati Tapanuli Selatan untuk pengembangan bandara ini selama ini, walaupun saat ini Bandara ini bukan di wilayah Tapanuli Selatan lagi, namun dengan berpikiran bahwa Bandara ini sangat diharapkan dan dapat memajukan kawasan seluruh wilayah Pemda Tapanuli bagian Selatan membuat Bupati ini tetap memperjuangkan pengembangan bandara ini untuk lebih baik.
Pendekatan-pendekatan terhadap masyarakat yang terkena pelebaran landasan ini perlu dilakukan dan dibuat secara terbuka dan tidak terkesan tidak terpublikasikan ke berbagai Media. Sehingga upaya pihak-pihak yang hendak memamfaatkan kepentingan pribadi dalam pelepasan rencana pengembangan ini dapat dihindari dan tidak mempersulit perencanaan pengembangan Bandara Aek Godang.

Saat ini ada 2 Bandara yang sudah lebih dahulu lebih berlomba untuk lebih dulu mendapatkan dapat diterbangi pesawat lebih besar seperti Pesawat Boing, yaitu Bandara Pinangsori/FL Tobing dengan Bandara Silangit.
Kemungkinan bila salah satu bandara ini lebih dahulu dapat didarati penerbangan dari Pusat Ibukota Jakarta dengan pesawat berbadan besar, maka salah satu penerbangan dari dua ini kemungkinan pasti akan lebih lama lagi membutuhkan waktu untuk pengembangan berikutnya. Bahkan tidak tertutup kemungkinan tertutup sudah untuk pengembangan bandara ini untuk dapat disiapkan untuk pesawat berbadan Besar.
Jika hal ini tidak disikapi dalam hal pengembangan Bandara Aek Godang ini, maka tidak tertutup kemungkinan Bandara ini akan lebih lama membutuhkan waktu untuk pengembangan sarananya, jadi jika bandara Pinangsori dan Bandara Silangit berlomba2 mengembangkan Bandaranya hingga saat ini jauh lebih baik dan lebih panjang dari Bandara Aek Godang, maka yang perlu kita pertanyakan pada kekompakan Pemda dan pihak terkaid di Wilayah Tapanuli Bagian Selatan adalah, APAKAH PEMDA / DPRD dan PIHAK TERKAIT bisa mendahului BANDARA AEK GODANG akan lebih dahulu didarati pesawat berbadan besar untuk taraf Nasional bisa dicapai??? jawabannya hanya ada pada pihak-pihak Pemda dan terkait itu sendiri. Mungkinkan tanpa harus mengunggu APBN dari Pusat, Pemda bisa mengembangkan wilayah ini dari kekuatan wilayah Pemda Tapanuli bagian Selatan itu sendiri. Kalau bisa tanpa harus bantuan Pusat dalam hal pendanaan mengapa harus menunggu Pendanaan dari Pusat, atau kalaupun itu tidak bisa dilakukan, maka saatnyalah untuk mempersiapkan Anggaran Pemda masing-masing untuk ikut berperan pengembangan Bandara ini melalui APBD-APBD masing-masing.
Dengan akhir kata, mari kita dukung upaya Pemda dan pihak terkait pengembangan Sarana Prasarana dari Bandara Aek Godang ini agar bisa membantu pembangunan di wilayah Tapanuli bagian Selatan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Terkait Penangkapan SUSNo Duaji, Komisi III Tuding Kapolri Panik

4 Komentar

  1. berapa orang sih orang Tabagsel yang mau pergi dengan pesawat ke Medan dan Jakarta tiap hari ? Paling pejabat setingkat Bupati dan Eselon II yg hobby bepergian, Operator / maskapai pasti mikir mau masuk area Aek Godang kalau tiap hari seat kosong….. rugi boss…. si nanguda, bou, amangboru, tulang, etek, uda, bujing ….. masih takut naek “KAPAL” ! saya yakin orang Tabagsel lebih memilih “MAR MOTOR” daripada “KAPAL” !

  2. Bandara Pinang Sori tgl 9 juni 2014 lalu sudah di darati Garuda, hari ini tgl 15 desember 2014 Bandara Binaka juga di darati Garuda. AEK GODANG KAPANNNNN???????????????

  3. Saya mengenal baik pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan Bandara Aek Godang. Jika Pemda / Angkasa Pura (?) serius ingin mengembangkan Bandara, pemilik bersedia menjual dengan harga wajar. Sudah lama ditawarkan tetapi tidak ada penawaran dari pihak Pemda atau yang terkait, Saat ini pemilik mulai berpikir untuk mengembangkan tanahnya menjadi perumahan bagi warga menengah ke bawah.

    • Kalau benar2 serius pihak PEMDA Tabagsel hendak mengembangkan bandara ini untuk kepentingan bersama, maka permasalahan2 yang di hadapi seharusnya bukan menjadi kendala dalam pengembangan bandara ini, seperti yang Maria sampaikan harusnya menjadi peluang untuk memperlancar untuk pengembangannya….

      Padahal isu tentang pengembangan bandara ini sering dibawa dalam kancah Politik di Tabagsel dari setiap calon Pejabat baik DPRD maupun Bupati…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*