Kompetisi LPI Berhenti, Bagaimana Nasib Klub dan Sponsor?

Jakarta – Kompetisi LPI telah berhenti usai menyelesaikan putaran pertama Mei silam. Keputusan diambil karena mereka menghormati dan mengikuti keputusan dari PSSI dan AFC. Bagaimana nasib klub dan sponsor?

Kompetisi LPI hanya sampai putaran pertama. “Mereka menyatakan bahwa tugasnya telah selesai dengan terbentuknya liga profesional, namun mereka akan membantu klub-klub yang selama ini bergantung pada APBD,” ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin kepada wartawan, Senin (15/8/2011).

Lalu bagaimana dengan nasib klub-klub LPI yang ada? Menurut CEO LPI Widjajanto, ada beberapa konsekuensi yang harus ditanggung LPI saat meleburkan diri ke dalam liga profesional mendatang. Di antaranya menyangkut kontrak pemain, pelatih, maupun karyawan klub.

“Jadi, nanti ada semacam first entry priority bagi pemain dan pelatih yang masuk di klub-klub yang akan merger,” terangnya seperti dikutip dari situs resmi LPI.

Sementara itu juru bicara LPI Abi Hasantoso menjelaskan situasi yang dialami LPI. “Secara lembaga LPI masih ada, klubnya juga masih ada dan akan membantu klub-klub yang masih didanai APBD untuk menjadi profesional. Yang berhenti kompetisinya, karena LPI menghormati keputusan PSSI dan AFC,” ujar dia saat dihubungi, Senin (15/8/2011).

Abi juga mengatakan bahwa saat ini proses penyelesaian kompensasi dengan sponsor dan juga pemegang hak siar tengah dilakukan, menyusul kondisi LPI yang hanya berlangsung satu putaran.

Baca Juga :  Kinerja DPRD Padangsidimpuan Kurang Maksimal

“Kita bicarakan dengan Indosiar untuk mencari solusi terbaik, begitu pula dengan sponsor yang lain. Pembicaraan ini sudah dilakukan dan sekarang dalam proses penyelesaian.”

“Dalam perjanjian yang ditandatangani sebelumnya, sudah ada butir-butir force majeur dan penyelesaiannya seperti apa. Jadi mereka (sponsor) sudah tahu, sudah mengerti dengan kondisi persepakbolaan Indonesia. Tetapi bagaimanapun proses penyelesaian bisnis tetap jalan,” lugasnya.

Indosiar, terang Abi, menandatangani kontrak hak siar LPI selama semusim, dengan jumlah pertandingan antara 60 hingga 70 laga. Abi mengatakan nilainya di atas Rp 10 miliar. Sementara untuk sponsor lain, ia menyebutkan jumlahnya juga tidak jauh dari angka tersebut.

Abi tak merinci seperti apa bentuk dari penyelesaian tersebut. Ia menerangkan bahwa penyelesaian itu tidak merugikan kedua pihak dan memungkinkan ada kerjasama di masa-masa mendatang.

DETIKSPORT.COM

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*